Aku benci dengan satu lelaki yang membuatku jatuh ke pesoanya, dia membuatku seperti menjadi mataharinya kemudian mencampakanku begitu saja, sejak saat itu aku memulai sebuah hubungan  dengan main-main, aku menjadikan kalian sebagai budakku. Maafkan aku Ren" yang di akhiri dengan keluarnya air mata si perempuan. Si laki-laki itu hanya tersenyum, lalu menarik nafas dan berkata, "Aku tahu Na, memang dari awal kamu tidak serius dengan hubungan ini, aku juga tahu sebenarnya kamu tidak sungguh-sungguh berkomitmen. Jauh sebelum kamu minta maaf, aku sudah memaafkanmu. Kamu adalah Nara yang cantik dan penuh dengan rahasia, kamu menyimpan rasa sakit karena satu lelaki tapi melampiaskanya kepada semua lelaki. Itu adalah luka hatimu yang dulu Nara, bahkan jika kita akhiri hubungan ini besok kamu akan mengulangi kesalahan yang sama, mencari boneka baru" laki-laki itu tersenyum teduh, "Peluklah kenangan pahit itu Nara, berdamailah dengan masa lalumu itu. Kita terlalu dewasa untuk lari dari sebuah masalah.Â
Jangan menangisi sesuatu yang telah berakhir, tapi tersenyumlah karena sesuatu itu pernah terjadi..." kata-kata laki-laki itu menohok hatiku. Ia memang benar, lari dari masalah bukan hal yang benar. Aku terlalu cepat mengambil tindakan untuk lari, mungkin benar, aku harus berdamai dengan masa laluku. Akan kupeluk erat rasa sakit itu hingga yang aku rasakan sebuah pelajaran berharga. Aku tak menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku tersenyum karena sesuatu pernah terjadi. Kuptuskan untuk kembali ke rumahku dan menyelesaikan masalah yang sebelumnya membuatku melarikan diri. Saat aku berbalik untuk mengambil koperku, ada sesuatu yang keras meghantam kepalaku sampai aku tak merasakan apa-apa selain gelap.
      Ku buka perlahan mataku dan bau alkohol langsung menyerbu rongga hidungku. Kulihat disekelilingku nuansa berwarna putih, dan ada selang yang menancap di tangan kananku. Aku dimana?
"Shopie.. Puji Tuhan, akhirnya kamu membuka mata setelah dua hari  tertidur lelap dan tenggelam di Danau Jempang" kata ibu.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI