Selain kendala kendala dari sisi peserta didik, juga terdapat kendala kendala dari sisi pendidik antara lain:
- Kurangnyapendidik dalam melakukan variasi  dalam proses belajar mengajar
- Belum maksimalnya pendidik dalam menggunakan media pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan minat belajar peserta didik
- Pendidik tidak memberikan hukuman. Hukuman adalah bentuk reinforcement (penguatan) yang negatif, tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi.
- Pendidik belum maksimal dalam merancang pembelajaran siswa yang aktif dan menyenangkan dengan menggunaan model model pembelajaran yang inovatif.
- Pembelajaran yang kurang menarik, pendidik masih banyak yang menggunakan cara mengajar secara teacher centered. Peserta didik menjadi pasif karena terbiasa di suapi oleh materi yang diberikan oleh pendidik.
- Pendidik masih belum memanfaatkan Technological Pedagogical Content Knowledge pada proses pembelajaran di kelas.
C. Pihak Pihak Yang Terlibat Dalam Mencapai Tujuan
- Ibu Suparmi, S.Pd, M.Pd, selaku kepala SMA Negeri 8 Semarang yang membantu menjadi narasumber dan wawancara penulis.
- Bapak Siswanto, S.Pd, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
- Bapak Dwi Hardiko, S.Pd, selalu Pakar Pendidikan.
- Ibu Lestari Dwi Hastuti,SH, selaku teman sejawat guru sejarah telah membantu meberi saran dan bimbingan pada penulis.
- Peserta didik SMA Negeri 8 Semarang yang telah membantu dalam praktik pembelajaran ini.
- Teman teman mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kategori 1 2022, yang selalu memberi motivasi.
Tahap-tahap yang harus dilakukan oleh pendidik terhadap tantangan dan kendala yang dihadapi antara lain:
Â
1. Riset dan Wawancara
Dalam hal ini pendidik melakukan penelitian dan ekplorasi artikel ilmiah tentang masalah sejenis dari sumber artikel ilmiah yang ada di internet. Penelitian sederhana ini memiliki tujuan untuk mendapatkan referensi dari masalah yang telah diselesaikan serta memberikan gambaran ilmiah mengenai solusi yang relevan dari penelitian terdahulu yang telah berhasil mengakomodir materi sejarah pada pembelajaran di kelasnya.
Pendidik  melakukan wawancara kepada kepala sekolah, waka bidang kurikulum serta pakar terkait urgensi dan solusi dari masalah kurangnya wawasan peserta didik tentang pelajaran sejarah.
2. Memilih Model Pembelajaran
Strategi yang dilakukan dalam memilih model pembelajaran adalah memahami karakteristik peserta didik dan karakteristik materi. Dalam hal ini, Model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) tipe Active Learning dipilih sebagai model yang paling tepat untuk memecahkan masalah  dan mengakomodir materi sejarah.
Active Learning atau dalam bahasa Indonesia berarti pembelajaran aktif adalah pembelajaran yang meminta siswa untuk terlibat penuh dalam pembelajaran seperti berpikir (thinking), berdiskusi (discussing), menyelidiki (investigating) dan mencipta (creating)
Adapun hal-hal yng perlu diperhatikan dalam active learning
- Pertimbangkan untuk memanfaatkan teknologi tertentu seperti video, smartphone, laptop untuk memfasilitasi aktivitas pembelajaran.
- Memulai dengan aktivitas yang menarikagar siswa siswa bisa memperhatikan ke masalah dan materi
- Materi disampaikan oleh pendidik kepada masing masing kelompok belajar
- Peserta didik diberi tugas diskusi untuk menyelesaikan masalah dan akan dibatasi waktu tertentu