Saya sangat senang belajar dengan beliau sebab beliau adalah dosen yang menyenangkan dalam mengajar. Selalu ada saja cara mengajar yang membuat saya dan teman-teman sekelas tidak bosan.Â
Saya begitu senang sebab cara bapak dalam mengajar sangat berbeda dari dosen yang lain. Beliau lebih suka untuk berdiri sambil mengajar daripada duduk. Disela-sela pelajaranya beliau juga selalu membuat kami tertawa dengan candaanya yang receh itu.Â
Baca juga : Memurnikan Nilai-Nilai Pancasila pada Kaum Milenial di Era Globalisasi Budaya
Walaupun bapak selalu bercanda beliau juga serius dalam mengajar apalagi dalam memberikan tugas, beliau sangat tegas tapi saya bisa menerima karena dibalik tugas itu pasti terdapat hikmah tersendiri.
Dan pada waktu itu ketika saya mendapatkan tugas kelompok bersama teman yang lain yaitu membuat makalah dan kami satu kelompok harus mempresentasikan hasil tugas yang telah diberikan.Â
Karena kami satu kelompok masih kurang paham tentang materi . Alhasil presentasi kelompok saya tidak maksimal, namun ternyata beliau ini bisa menghargai kerja keras kami meskipun tidak maksimal.Â
Sedangkan jika ada mahasiswa yang belum paham sama materi beliau tidak pernah marah sama sekalipun. Ini yang membuat saya menjadikan beliau dosen favorit.Â
Karena beliau adalah dosen favorit saya, maka saya berusaha meniru kelebihan yang beliau miliki. Saya harus belajar lebih keras agar bisa seperti dosen saya ini.Â
Dalam perkuliahan mata kuliah pancasila dan kewarganegaraan selama 1 tahun bersama bapak edi banyak yang saya dapatkan dari beliau. Diantaranya yaitu ilmu, kematangan dalam public speaking, dan pengalaman dalam mengerjakan tugas.
1. Ilmu
Disetiap mata kuliah pasti selalu ada ilmu yang telah didapati oleh mahasiswa. Namun tergantung dari gimana cara dia dalam menerima ilmu tersebut.Â