Kita seringkali berpikir kata yang yang menjadi masalah dalam perilaku, padahal yang harus diubah itu perilaku. Bukan kata, sebab perilaku yang jadi masalah dalam berkata.Â
Sibuk memersalahkan kata-kata, tak akan mengubah perilaku kita. Yang ada justru semakin bermasalah.Â
Perilaku yang Mengubah KataÂ
Kita adalah tuan atas kata, bukan kata yang menjadi tuan kita. Kita mengatur kata-kata yang keluar dari mulut ketika bicara. Bukan kata-kata yang mengatur kita harus bicara apa.Â
Oleh sebab itu, mengubah perilaku yang utama, sehingga kata tidak lagi berkuasa mengatur-atur kita.Â
Jadi, masalah utama kita adalah mengubah perilaku. Sudah terlalu banyak kata-kata indah nan puitis, masih tak berdaya mengubah perilaku beretika.Â
Untuk mengubah diri tak tergantung kata-kata, yang diperlukan kesadaran mendalam kembali menjadi siapa kita yang sesungguhnya.Â
Ketidaksadaran Menimbulkan Ketidakmelekatan
Mungkin dalam keseharian, kita pernah bergaul dengan orang-orang yang berkata kasar dengan saling memanggil nama binatang. Mereka tertawa. Tidak ada risih dan marah. Tidak ada yang saling pukul dalam angkara murka.Â
Mereka menganggap semua itu hanya panggilan. Tidak melekat bahwa mereka disamakan dengan binatang.Â
Bisa jadi mereka sudah sangat memahami makna dari apalah arti sebuah nama. Buktinya, walau saling memanggil dengan nama binatang, mereka tidak ada yang tersinggung.Â