"Menurut sebuah pendapat, yang lebih utama adalah salat witir sebelum tidur secara mutlak. Lalu bangun malam hari dan salat tahajjud. Karena perkataan sahabat Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, 'Rasulullah shallahu'alaihiwasallam memerintahkan aku untuk menjalankan salat witir sebelum tidur.' Hadis tersebut diriwayatkan oleh imam Bukhari dan imam Muslim.Â
Sahabat Abu Bakar radhiyallahu'anhu melaksanakan salat witir sebelum beliau tidur. Kemudian beliau bangun malam harinya, dan menjalankan salat tahajud. Dan sahabat Umar radhiyallahu'anhu tidur sebelum melakukan salat witir, lalu bangun pada malam harinya, untuk tahajud, dan salat witir." (Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibary, Fathul Mu'in hamisy I'anah Thalibin [Beirut, DKI, cet I, 1997 M.], Vol. 1, Hal 292.)Â
Dan menurut pendapat terkuat dalam madzhab imam Syafi'i, kita tak perlu untuk mengulang kembali salat witir yang sudah dilakukan tadi. Jika tetap memaksa untuk mengulang kembali salat witir, alih-alih dapat pahala, yang ada malah salat witirnya tidak sah. Jadi, cukup satu salat witir saja untuk satu malam.Â
: "Â
"Apabila memiliki kegiatan rutin salat tahajud, maka salat witirnya diakhirkan setelah melaksanakan salat tahajud. Jika melakukan salat witir lebih dulu kemudian baru melakukan salat tahajud, maka tidak disunnahkan mengulang salat witir, bahkan tidak sah jika diulang, berdasarkan hadits; "tidak ada pelaksanaan salat witir dua kali dalam satu malam" (Syaikh Ibrahim al-Beyjuri, Hasyiyah al-Beyjuri, [Jakarta, Darul Kutub Islamiyyah, tth.], Vol. 1, hal. 133.)Â
Sebenarnya semua kembali kepada kita sendiri, sebab seandainya jika kita memang benar-benar telah terbiasa salat tahajud setelah tidur, kita boleh melakukan salat witir di akhir malam. Bahkan meski akhirnya tidak ikut witir berjamaah di masjid pada bulan Ramadhan.Â
Tapi jika tidak, bangun tidur pun hanya cukup waktunya untuk makan sahur, maka kita bisa mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh sahabat Abu Bakar radhiyallahu'anhu. Islam telah memberikan banyak pilihan kemudahan bagi pemeluknya.Â
Wallahu a'lam.
Tulisan ini pernah dimuat di AswajaMuda
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H