Apa itu Jurusan Elektromedik?
Program studi teknik elektromedik adalah jurusan yang mempelajari instalasi dan perawatan alat-alat medis untuk pasien. Jurusan ini akan mengajarkan cara untuk memperbaiki dan memelihara peralatan elektromedis yang berguna bagi klinik kesehatan dan rumah sakit.
Seperti yang mungkin sudah kamu ketahui, tenaga medis membutuhkan banyak peralatan untuk merawat pasiennya. Tentu saja, peralatan medis mereka memerlukan perbaikan dan perawatan secara berkala. Inilah mengapa teknisi elektromedik menjadi salah satu posisi yang paling dicari. Terlebih lagi, perbaikan peralatan medis butuh presisi dan akurasi karena keberadaannya sangatlah penting untuk menyelamatkan nyawa orang lain.
Program Studi Teknik Elektromedik melatihmu untuk menjadi teknisi elektromedik profesional. Jadi, kamu akan mempelajari berbagai teknologi dan teknik penggunaan peralatan elektromedis. Lebih daripada itu, kamu juga akan belajar cara menjalankan tes diagnostik, mengidentifikasi masalah dan menjaga peralatan tetap beroperasi dengan optimal.
Standar Kompetensi Elektromedis mencakup empat daftar utama yang berfungsi sebagai acuan bagi institusi pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Daftar Pokok Bahasan memuat materi untuk mencapai tujuh area kompetensi, yang dapat disesuaikan dengan bidang ilmu terkait dan struktur kurikulum masing-masing institusi. Daftar Masalah berisi masalah yang mungkin dihadapi oleh Elektromedis, yang harus dipelajari dan dilatih oleh mahasiswa selama pendidikan. Daftar Keterampilan Elektromedik mencakup keterampilan yang harus dikuasai oleh Elektromedis, dengan penentuan tingkat kemampuan yang diharapkan di setiap keterampilan. Terakhir, Daftar Peralatan Elektromedik memuat alat yang perlu dikuasai oleh Elektromedis, yang membantu institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan dalam menentukan materi, sarana pembelajaran, serta penggunaan peralatan tersebut.
Pengetahuan & Keahlian
- Memasang, memelihara dan memperbaiki peralatan medis
- Membersihkan dan menyiapkan peralatan medis untuk penggunaan.
- Menguji dan mengkalibrasi suku cadang peralatan untuk menentukan apa yang perlu diperbaiki atau diganti
- Menyetujui peralatan baru dengan mengecek apakah alat sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Mendemonstrasikan peralatan biomedis dan mengajari orang lain cara menggunakannya
- Menyiapkan laporan dengan menganalisis dan mengumpulkan data peralatan medis
- Memberikan informasi teknis tentang cara mengoperasikan peralatan medis
- Mengevaluasi kontrak layanan dengan penyedia peralatan
- Menggunakan komputer, perangkat lunak, dan alat elektronik untuk memperbaiki peralatan medis
- Memperbarui keterampilan melalui jurnal medis, pendidikan dan jaringan profesional
- Menjaga lingkungan kerja yang sehat dan aman melalui uji keselamatan, kepatuhan terhadap kode dan pelatihan lainnya
- Menjaga kerahasiaan informasi pasien
Apa itu Profesional?
Profesional adalah seseorang yang mempunyai keahlian, pengetahuan, dan keterampilan tertentu dalam suatu bidang yang telah diakui oleh masyarakat dan diatur oleh organisasi atau lembaga yang kompeten. Profesional biasanya memiliki tanggung jawab etika dan standar kinerja yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), profesional memiliki sejumlah arti. Profesional bisa diartikan sebagai sosok yang memiliki kepandaian khusus untuk menjalankan tugasnya. Selain itu, profesional diartikan juga sebagai orang yang terlibat atau memenuhi kualifikasi dalam suatu profesi. Pada intinya, profesional adalah suatu sikap yang telah diakui oleh orang lain karena memiliki kinerja bagus.
Manfaat dari Sikap Profesional
Mempunyai sikap profesional ternyata memiliki banyak manfaat, baik untuk individu maupun perusahaan.
1. Meningkatkan Reputasi
Sikap profesional dapat membantu meningkatkan reputasi seseorang atau organisasi. Seorang profesional yang handal serta dapat diandalkan akan lebih dihargai dan diakui oleh orang lain.
2. Memperkuat Kepercayaan
Kepercayaan adalah kunci penting dalam menjalin hubungan bisnis dan sosial. Sikap profesional yang konsisten dan berkualitas dapat membantu memperkuat kepercayaan orang lain terhadap detikers.
3. Meningkatkan Kredibilitas
Memiliki sikap profesional dapat meningkatkan kredibilitas individu atau organisasi di mata orang lain. Dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berkualitas, kamu akan lebih dihormati dan dianggap sebagai ahli di bidangnya.
4. Meningkatkan Peluang Karier
Sikap profesional yang baik ternyata juga dapat membantu membuka peluang karier yang lebih baik. Seorang profesional yang dapat diandalkan dan berkualitas cenderung lebih diminati oleh perusahaan atau klien.
5. Meningkatkan Kualitas Kerja
Manfaat dari sikap profesional selanjutnya adalah dapat meningkatkan kualitas kerja baik secara individu atau perusahaan. Dengan menjunjung tinggi standar etika dan kinerja yang tinggi, kamu dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dan lebih konsisten.
6. Meminimalisir Risiko
Mempunyai sikap profesional yang konsisten dapat membantu meminimalisir risiko saat bekerja. Sebagai contoh, seorang profesional yang mematuhi standar keselamatan dapat membantu mencegah terjadinya kecelakaan atau insiden yang merugikan dirinya.
7. Meningkatkan Kepuasan Kerja
Manfaat yang terakhir dari memiliki sikap profesional adalah dapat meningkatkan kepuasan kerja. Dengan menjalankan pekerjaan dengan baik dan menunjang kualitas, seseorang dapat merasa puas dan bangga dengan hasil kerjanya.
Profesionalisme Seorang Tenaga Elektromedis yang Diatur KMK No. 314Â
1. Area Profesionalisme yang LuhurÂ
a. Berketuhanan Yang Maha Esa.
b. Bermoral, beretika dan disiplin.
c. Sadar dan taat hukum.
d. Berwawasan sosial budaya.
e. Berperilaku Kompetensional.
Â
2. Area Landasan Ilmiah Ilmu ElektromedikÂ
Menerapkan ilmu teknik elektromedik yang terkini untuk Pelayanan Elektromedik berdasarkan landasan ilmiah anatomi fisiologi, kimia, fisika, elektronika, instrumentasi medik, komputer dan manajemen yang mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum.
Â
3. Area Keterampilan Elektromedik Â
Melakukan rekayasa teknologi, instalasi, pengoperasian, pemeliharaan, perbaikan, pengujian dan kalibrasi, pengawasan, penapisan, penilaian, perencanaan pemenuhan kebutuhan, alat Elektromedik yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja peralatan Laboratorium Klinik, peralatan Terapi, peralatan Radiologi, peralatan Bedah dan Anestesi, peralatan Diagnostik, dan peralatan Life Support.
Profesionalisme dalam Menjadi Seorang Teknik Elektromedis
Mampu melaksanakan praktik Elektromedis yang profesional sesuai dengan nilai dan prinsip ketuhanan, moral luhur, etika, disiplin, hukum, dan sosial budaya.
Lulusan Elektromedik mampu:Â
1) Berketuhanan Yang Maha EsaÂ
- Bersikap dan berperilaku yang berketuhanan dalam praktik Elektromedis.
- Bersikap bahwa yang dilakukan dalam praktik Elektromedis merupakan upaya maksimal.
2) Bermoral, beretika, dan berdisiplinÂ
- Bersikap dan berperilaku sesuai dengan standar nilai moral yang luhur dalam praktik Elektromedis.
- Bersikap sesuai dengan prinsip dasar etika Elektromedik dan kode etik Elektromedik.
- Mampu mengambil keputusan terhadap dilema etik yang terjadi pada pelayanan kesehatan alat Elektromedik.
- Bersikap disiplin dalam menjalankan praktik Elektromedis dan bermasyarakat.
3) Sadar dan taat hukumÂ
- Mengidentifikasi masalah hukum dalam Pelayanan Elektromedik dan memberikan saran cara pemecahannya.
- Menyadari tanggung jawab Elektromedis dalam hukum dan ketertiban masyarakat.
- Taat terhadap perundang-undangan dan aturan yang berlaku. d) Membantu penegakkan hukum serta keadilan.
4) Berwawasan sosial budayaÂ
- Mengenali sosial-budaya-ekonomi masyarakat yang dilayani.
- Menghargai perbedaan persepsi yang dipengaruhi oleh agama, usia, gender, etnis, difabilitas, dan sosial-budaya-ekonomi dalam menjalankan praktik Elektromedis dan bermasyarakat.
- Menghargai dan melindungi kelompok rentan.
- Menghargai upaya kesehatan komplementer dan alternatif yang berkembang di masyarakat multikultur.
5) Berperilaku ProfesionalÂ
- Menunjukkan karakter sebagai Elektromedis yang profesional.
- Bersikap dan berbud aya menolong.
- Mengutamakan keselamatan klien.
- Mampu bekerja sama dalam tim pelayanan kesehatan demi keselamatan klien.
- Melaksanakan upaya pelayanan kesehatan dalam kerangka sistem kesehatan nasional dan global.
Dalam melaksanakan pelayanan Elektromedik, Elektromedis melaksanakan tugasnya dalam hal peralatan Elektromedik yang banyak digunakan di Indonesia memerlukan perencanaan dan pemeliharaan berjalan dengan baik untuk mendapatkan hasil yang optimal. Untuk itu perencanaan yang tepat, pemeliharaan yang maksimal, tersedianya operator dan pengelola baik dari segi jumlah dan kualifikasi. Peralatan Elektromedik di Indonesia banyak yang tidak dapat digunakan, mengingat kegiatan perencanaan dan pemeliharaan alat Elektromedik tidak berjalan dengan optimal. Hal ini diakibatkan oleh perencanaan yang tidak tepat, belum maksimalnya dilakukan pemeliharaan, kurangnya ketersediaan tenaga operator, pengelola baik dari segi jumlah dan kualifikasi.
 1. PerencanaanÂ
a. Tenaga Elektromedis tidak dilibatkan dalam proses perencanaan.Â
b. Tenaga Elektromedis belum tersedia/mencukupi.Â
c. Ketersediaan alat Elektromedik membutuhkan biaya investasi cukup tinggi.
2. Instalasi/PemasanganÂ
a. Tenaga Elektromedis tidak dilibatkan dalam proses instalasi.Â
b. Tenaga Elektromedis belum tersedia/mencukupi.Â
c. Sarana prasarana tidak tersedia atau tidak sesuai kebutuhan alat Elektromedik.Â
3. Uji FungsiÂ
a. Tenaga Elektromedis tidak dilibatkan dalam proses uji fungsi.Â
b. Tenaga Elektromedis belum tersedia/mencukupi.Â
4. KalibrasiÂ
a. Tenaga Elektromedis tidak dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kalibrasi.Â
b. Tenaga Ektromedis belum tersedia/mencukupi.Â
c. Tidak memiliki alat ukur standar.Â
5. Uji CobaÂ
a. Tenaga Elektromedis tidak dilibatkan dalam proses uji coba.Â
b. Tenaga Elektromedis belum tersedia/mencukupi.Â
6. Penggunaan AlatÂ
a. Tenaga Elektromedis tidak dilibatkan dalam penggunaan alat.Â
b. Tenaga Elektromedis belum tersedia/mencukupi.Â
7. PemeliharaanÂ
a. Tenaga Elektromedis tidak dilibatkan dalam proses pemeliharaan.Â
b. Tenaga Elektromedis belum tersedia/mencukupi.Â
c. Tenaga Elektromedis tidak dilibatkan dalam proses kontrak servis.Â
d. Alokasi dana kurang memadai.Â
8. PerbaikanÂ
a. Tenaga Elektromedis tidak dilibatkan dalam proses perbaikan.Â
b. Tenaga Elektromedis belum tersedia/mencukupi.
 c. Ketersediaan spare part fast moving/slow moving.Â
d. Penghapusan Â
Keterampilan Elektromedis perlu dilatihkan secara berkesinambungan sepanjang pendidikan Teknik Elektromedik. Lulusan harus menguasai keterampilan ini untuk dapat melaksanakan praktik dengan baik. Kompetensi ini dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh organisasi atau lembaga terakreditasi. Daftar Keterampilan Elektromedis disusun sebagai acuan bagi institusi pendidikan untuk menyiapkan lulusan yang menguasai keterampilan minimal yang diperlukan. Keterampilan Elektromedis dibagi dalam empat tingkat kemampuan berdasarkan Piramida Miller: Knows (pengetahuan dasar), Knows How (cara atau prosedur), Shows (menunjukkan keterampilan), dan Does (melakukan secara mandiri). Â Â
Berikut adalah rangkuman tingkat kemampuan dalam Keterampilan Elektromedik:
Tingkat Kemampuan 1 (Knows): Menguasai pengetahuan teoritis tentang biomedis dan alat Elektromedik, yang dipelajari melalui perkuliahan dan ujian tulis.
Tingkat Kemampuan 2 (Knows How): Memahami teori dan teknik Elektromedik serta mampu memecahkan masalah. Pengujian dilakukan dengan ujian pilihan berganda atau kasus tertulis/lisan.
Tingkat Kemampuan 3 (Shows): Menguasai teori dan praktik, serta mampu bekerja di bawah supervisi. Keterampilan diuji melalui OSCE atau OSATS.
Tingkat Kemampuan 4 (Does): Mampu melakukan keterampilan secara mandiri, menguasai teori dan prosedur, serta mampu memberikan solusi masalah Elektromedik. Pengujian dilakukan dengan Work-based Assessment seperti mini-CEX atau portofolio.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI