Rumah tinggal adalah hal utama setelah menikah sebab di sinilah biduk rumah tangga akan dimulai. Di sinilah semuanya akan kembali kepada kebiasaan yang terjadi sebenarnya. Jika dulu sebelum menikah semuanya tampak sempurna maka di sinilah jati diri terlihat.Â
Point ini adalah point penting yang seharusnya dibicarakan terlebih dahulu sebelum pasangan benar-benar yakin melanjutkan ke jenjang pernikahan.Â
Sebab banyak juga loh yang pernikahannya harus kandas karena gak sepakat tinggal di mana setelah menikah.Â
Sang suami memilih bertahan untuk tetap tinggal sementara di rumah orangtua sebelum memiliki rumah sendiri, tetapi sang istri ternyata enggan untuk tetap tinggal bersama orangtua suami pasca menikah.Â
Bayangkan ketika kita harus tinggal bersama dengan orang lain dengan jangka waktu yang mungkin kita sendiri tidak bisa menentukan sampai kapan dan harus ikut serta dengan berbagai aturan, norma dan adat budaya yang ada pada keluarga tersebut pasti tak nyaman.
Mau apa-apa kalau dirumah sendiri pasti nyaman, lain halnya jika kita ikut tinggal bersama dengan orangtua pasangan. Semuanya menjadi sangat kikuk dan kaku, mau ngapa-ngapain rasanya seperti di awasi dan takut salah.
Wajar si kalau bilang gak nyaman, karena sebenarnya istri ataupun suami pada dasarnya adalah orang lain yang dipertemukan dalam sebuah kesepakatan atas dasar cinta.Â
Mereka berasal dari keluarga yang berbeda dan juga dengan adat budaya yang berbeda juga.Â
Pasti terdapat beberapa perbedaan dalam adat budaya di rumah tersebut. Jangankan menantu yang harus ikut tinggal bersama dengan mertua, bahkan mertua pun sebenarnya juga merasa krik-krik juga loh saat menantu harus tinggal bersama.Â
Dan adanya perbedaan adat budaya di dalam rumah tersebut membuat potensi konflik antar menantu dan penghuni rumah semakin besar.Â
Apalagi jika ternyata memang menantu, suami ataupun istri tersebut memang sebenarnya tidak mau untuk tetap tinggal bersama dengan mertua, potensi konflik semakin bertambah.Â