Dugaan saya memang benar. Saat beberapa menit duduk di kursi tersebut, si wanita ini menawarkan diri.Â
Tarifnya, katanya, 30 dollar Singapura (SGD). Sempat saya kaget dengan ulah wanita tersebut.Â
Sebab aktivitas para PSK itu tak hanya pada malam hari. Walau hari sudah terang, para PSK itu masih saja beroperasi.Â
Tak kalah ramai saat malam hari. Aktivitas para PSK itu rupanya tak saja dijumpai di kedai tersebut.Â
Di beberapa emperan rumah toko (ruko) dan lorong-lorong di kawasan tersebut, juga terlihat sejumlah wanita dengan pakaian seksi berdiri.Â
Mereka menawarkan diri untuk dinikmati bagi para pelancong yang melintas di kawasan tersebut.Â
Saya merasakan hal itu saat jalan-jalan pagi menyusuri beberapa lorong di Jalan Geylang seusai ngopi di kedai.Â
Tapi untunglah, ujian berat untuk tak tergoda menikmati tawaran para PSK itu, bisa saya lewati dengan mulus.Â
Pengalaman sehari semalam di Geylang membuka sedikit wawasan saya tentang secuil dunia remang-remang ala Geylang. (jumadi mappanganro)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H