Di situlah drama politik yang dimainkan Gatot Nurmantyo demi membuatnya semakin dikenal oleh rakyat.
Tidak masalah juga pernyataan Ferdinand tersebut terhadap perkembangan politik di Indonesia. Tidak masalah juga pernyataan dari Gatot Nurmantyo tersebut sebagai bentuk pembelaan terhadap "anak good looking" yang diucapkan Fachrul Razi.
Kita sikapi dengan baik saja opini yang beredar namun, tidak terlalu kita maknai secara mendalam pembelaan dari seorang Gatot tersebut.
Kalau dilihat dari sisi politik, sangat memungkinkan sekali pernyataan Gatot yang menantang agar beliau ditangkap terlebih dahulu ketimbang Hafiz bisa dikatakan sebagai bentuk manuver politik untuk menaikkan nama dan popularitasnya. Agar masyarakat simpati dengannya yang vokal melawan pernyataan Fachrul Razi.
Tidak masalah juga karena hak politik Gatot Nurmantyo berkata demikian. Tidak ada larangan untuk berbicara dan mengkritik meski itu ada muatan politisnya.
Bisa jadi, ada ancang-ancang untuk menata popularitas itu dari sekarang, menjadi presidium KAMI agar bisa melaju di pemilu 2024. Ya, bisa jadi apa yang diungkapkan Ferdinand Hutahaean tersebut.
Tapi, apalah artinya itu bila tidak diikuti dengan kerja keras dan integritas dalam meyakinkan rakyat bahwa Gatot Nurmantyo adalah sosok calon pemimpin yang bisa membawa perubahan untuk Indonesia, tidak hanya jago dalam mengkritik pemerintah dengan gerakan KAMI yang sudah dideklarasikan di beberapa daerah.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H