Mohon tunggu...
Juan Manullang
Juan Manullang Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut IG: Juandi1193 Youtube: Juandi Manullang

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Media Asing Menyoroti Gibran-Bobby Maju Pilkada, Bagaimana Menyikapinya?

30 Juni 2020   12:27 Diperbarui: 30 Juni 2020   13:03 378
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Kristianto Purnomo/Kompas.com

Kita semua pasti sudah tahu bahwa putra Presiden Jokowi Gibran Rakabuming dan menantunya Jokowi Bobby Nasution akan maju Pilkada tahun 2020 ini.

Gibran sebagai calon walikota Solo dan Bobby sebagai calon walikota Medan. Kita tahu ada hubungan keluarga diantara mereka sekaligus ayahanda Gibran dan mertua Bobby masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Ada anggapan dari media asing akan terjadi dinasti politik. Hal itu diungkapkan The Star, media asal Malaysia, menggarisbawahi kemungkinan Jokowi membangun dinasti politik setelah dua anggota keluarganya maju Pilkada 2020.

Pembahasan ini terdapat dalam berita berjudul "Mayoral bids by Jokowi's son and son-in-law spark 'political dynasty' debate" yang terbit pada 24 Juni 2020.

Artikel dengan judul yang sama dimuat di situs media asal Singapura, Straits Times. Tulisan itu menyebut Jokowi kini getol memupuk politik dinasti di Indonesia lewat pencalonan Gibran dan Bobby dilansir dari Suara.com, 27/6/2020.

Bagaimana menyikapinya?

Pertanyaan sekarang, bagaimana menyikapi sorotan media asing tersebut?. Kalau penulis pribadi, harusnya media asing itu dijadikan pembelajaran buat kita semuanya.

Di republik ini, apakah ada sanksi atau larangan dinasti politik dalam aturan perundang-undangan?. Kalau tidak ada, berarti Gibran-Bobby bisa maju dalam pilkada tahun 2020.

Akan tetapi, banyak pengamat, politisi dan pihak lainnya sering mengatakan untuk tidak melakukan dinasti politik.  Ada anggapan bahaya dari dinasti politik sebagai bentuk kekuasaan yang makin kuat dan berbahaya bagi perpolitikan di Indonesia. Saat pencalonan Gibran-Bobby juga hangat diperbincangkan mengenai hal tersebut.

Kalau begitu adanya, harusnya ada aturan khusus mengenai dinasti politik tersebut agar Gibran-Bobby tidak mencalonkan diri dalam pilkada.

Kalau hanya kritikan saja, penulis melihat itu hanya angin lalu saja. Tak perlu untuk didengarkan karena semua orang punya hak politik yang tak bisa dirampas siapapun kecuali oleh putusan pengadilan.

Karena punya hak politik tersebutlah kenapa Gibran-Bobby maju dalam pilkada tahun ini. Jadi, apapun yang kita katakan dan kritik layaknya akan sia-sia.

Kita harus menyikapinya dengan ada aturan tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku agar setiap orang yang diduga dinasti politik dilarang mencalonkan diri dalam pilkada.

Pihak Gibran-Bobby pun sepertinya tidak menghiraukan kritikan dinasti politik itu karena dalam pikiran mereka semua punya hak mencalonkan diri dalam kontestasi politik apalagi direstui oleh partai politik sebagai kendaraan politiknya.

Belum lagi, masalah menang kalah itu berada di tangan rakyat. Tak perlu dihiraukan. Kalau rakyat berkehendak, maka akan menang. Kalau rakyat suka dengan sosok calon pemimpinnya, maka pastinya akan dipilih tanpa harus melihat apa itu dinasti politik atau tidak.

Saran saja, agar media lokal maupun asing yang ribut dengan dinasti politik, sebaiknya kita bangsa Indonesia, para politisi dan pejabat membuat aturan mengenai dinasti politik itu agar dipatuhi semua peserta pemilu atau pilkada.

Kita jelaskan dalam pembentukan peraturan mengenai dinasti politik itu alasan, motif maupun dasar dari larangan dinasti politik. Kalau itu sudah dijelaskan, mungkin semua orang paham dan tidak ribut mengenai dinasti politik.

Atau, bisa jadi antara Gibran-Bobby maupun Presiden Jokowi saling mengingatkan agar tidak perlu dulu maju dalam pilkada saat Jokowi masih menjabat Presiden Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun