Cara penjualanan pun memakai sistem online, pembayaran pun demikian. Hal itu akan tetap memperhatikan social distancing dan penyebaran Covid-19 dapat ditekan.
Dari kisah inspiratif itupun tersirat sebuah perjuangan bahwa Pandemi tidak menghancurkan kehidupan, masa depan dan cita-cita, tapi membuat kita lebih maju dan bertahan hidup. Itulah arti sebuah perjuangan dari seorang Murtini.
Kalau seperti itu, apalagi yang harus dipikirkan. Masyarakat lainnya harus berbuat demikian agar bisa bertahan hidup di tengah Pandemi ini. Kalau tidak akan terus bersedih. Perjuangan jangan berakhir cukup sampai disini saja.Â
Kalau bisa, jangan hanya berharap dari bantuan pemerintah saja yang akan habis dalam beberapa bulan, sedangkan Pandemi ini tak tahu kapan akan berakhir.
Sebab itu, penulis dan kita yakin bahwa anak bangsa punya segudang kreativitas yang dapat diwujudkan menjadi uang. Itu sangat layak ditonjolkan dan dijual kepada publik.
Semoga saja dapat laku di pasaran dan hasil yang didapat berguna bagi kehidupan dan bagi orang banyak.
Murtini adalah salah satu dari contoh unika anak bangsa yang inspiratif dan kreatif. Mungkin saja masih ada yang lain tapi belum terekspos di media.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H