Mengerikan bukan? Sebuah keluarga bisa berantakan, karena sentuhan agama. Negara dihancurkan oleh pertarungan agama di dalamnya. Beberapa peperangan pun, dipicu berdasar sentimen agama. Kehadiran agama sebagai pengikat, ternyata telah mengoyak-ngoyak peradaban.
Kehadiran agama di antara yang tidak beragama (tapi mungkin ber-Tuhan), yang menurut para leluhur adalah dengan alasan untuk meningkatkan derajat hidup manusia itu setelah beragama. Namun ternyata hasil akhirnya, bisa lebih tidak manusiawi yang beragama, daripada yang tidak beragama.
Kalau memang seperti ini, lalu apakah manfaatnya beragama? Mengapa agama dipakai pula untuk menghujat yang tidak beragama? Apa salahnya yang tidak beragama, padahal awalnya beragama?
Bagaimana kalau tidak beragama, tapi ber-Tuhan? Berbahayakah hidup bersama mereka? Daripada hidup bersama dengan yang beragama, tapi tidak ber-Tuhan. Yang menarik memang ber-Tuhan dan beragama. Â Bagaimana jika tidak ber-Tuhan dan beragama, namun hidupnya bisa memanusiakan manusia lain?
$alam Hati Gembira ...
Bagaimana pendapat Anda?
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H