Saya ingin mengambil contoh satu platform yang ikut menghadiri Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2019 beberapa hari lalu (30/11/2019). Adalah platform Parakerja (parakerja.com) yang memberdayakan para penyandang beragam jenis disabilitas. Salah satu cerita keberhasilan yang begitu menyentuh yakni bagaimana platform ini memungkinkan seorang tunadaksa bermagang di Apple Academy setelah menjalani pelatihan selama tiga setengah bulan.
Bahkan Apple Academy pun sampai berkeinginan membuatkan komputer khusus bagi sang penyandang tunadaksa tadi. Sungguh mengharubirukan batin. Inilah keteladanan yang patut seluruh jajaran komunitas / organisasi -dan juga kita semua- ikuti dalam daya upaya mewujudkan kiprah proaktif memberi guna mencapai kebermanfaatan sosial nyata.
Gaya Hidup
Sudah sepantasnya kita jadikan tindakan proaktif memberi sebagai gaya hidup. Semua komunitas / organisasi perlu mendorong segenap pihak di dalamnya berpadu dalam ikhtiar proaktif memberi, meneguhkan ikhitiar tadi sebagai etika sentral, dan menggalakannya hingga mencapai level gaya hidup.
Demikian pun tiap kita dituntut mengisi keseharian dengan gaya hidup proaktif memberi senyatanya. Bekal utama yang menghadirkan terus bermunculannya kiprah kebermanfaatan meluas dari komunitas demi komunitas, organisasi demi organisasi.
Malah semestinya rancangan menuju langkah proaktif memberi mesti kita angkat jadi satu budaya, yakni budaya kesibukan bermakna. Dan gaya hidup sejatinya adalah cerminan bangsa akan keseriusan mendukung juga membangun budaya kesibukan bermakna tadi.
Kalau Cuma berhenti sampai sebatas slogan semata.... Duh!... Hanya akan membuat negara dan masyarakatnya makin kian morat-marit saja.
Sebab proaktif memberi tak melulu soal uang saja, melainkan lebih kepada penguatan visi dan karakter kita. Tanpa sadar, penguatan itu memupuk sense of belonging kita yang selayaknya bermula, bertumbuh dan berbagi dalam masyarakat.
Dan outcome inti dari kiprah proaktif memberi sendiri tak lain terciptanya pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang makin meninggikuatkan esensi kehidupan bergotong royong. Saya ingin menutup tulisan ini dengan satu kutipan, "Right circle is the one that helping and enabling us to live in right attitude, morally and spiritually." Jadi, mari buat hidup lebih produktif dan bermakna.
Juan Karnadi
Digital dan Publikasi (Yayasan Bayi Prematur Indonesia)
Volunteer JABODETABEK Sedekah Buku Indonesia
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H