Namun tentu saja setiap orang punya pandangan berbeda. Pada dasarnya jika keberanian untuk tetap bepergian keluar kota dibarengi dengan keyakinan tetap mematuhi protokoler kesehatan yang berlaku, khususnya saat berada di fasilitas umum, maka tidak ada yang bisa melarang hak setiap orang untuk menikmati rekreasi.
Apalagi sebagaian besar tempat wisata saat ini telah dibuka kembali. Pemerintah pun terus mendorong pertumbuhan ekonomi lewat sektor pariwisata dan penerbangan meski baru untuk turis domestik.
Penerapan protokol kesehatan yang ketat dan tingkat partisipatif yang baik pula dari masyarakat yang berlibur, diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19 di lokasi wisata. Seluruh stakeholder baik pengunjung, pemilik usaha di lokasi wisata, penyedia jasa, dan lain-lain harus sama-sama saling menjaga agar hasrat berwisata tak berujung munculnya klaster baru dari tempat wisata.
Kembali ke soal cuti bersama dan larangan bepergian keluar kota tadi, memang akan sangat disayangkan jika libur panjang ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk rekreasi keluarga terutama bagi yang memilih untuk tetap di dalam kota.
Empat hari libur ini, saya dan keluarga pun mencoba menemukan aktivitas menarik yang dapat kami lakukan bersama untuk mengisi momen cuti bersama ini. Pilihan pertama adalah melakukan kegiatan bersepeda bersama.
Akhir-akhir ini, kegiatan bersepeda memang telah menjadi tren baru. Banyak masyarakat menjadikan bersepeda sebagai hobi baru. Beberapa titik di kota pekanbaru kerap diramaikan oleh masyarakat dengan aktivitas bersepeda. Salah satunya spot yang cukup favorit adalah kawasan Stadion Utama Riau.
Dulunya, Stadion Utama Riau merupakan tempat pembukaan PON 2012 Riau. Namun setelah pelaksanaan PON tersebut, stadion yang cukup megah ini hampir terlantar, tak pernah lagi digunakan untuk even apapun.
Kawasan Stadion Utama Riau ini bisa terbilang sangat besar. Terletak di kawasan kecamatan Tampan yang tak jauh dari Universitas Riau, kawasan ini terbilang masih asri dengan lebatnya pepohonan di sekitar stadion. Sehingga pilihan untuk bersepeda di kawasan ini akan menjadi kegiatan yang sangat mengasikkan.
Beberapa waktu lalu, saat pertama kali mengajak putri kami bersepeda kesana, ia pun terlihat sangat senang sekali. Jalan utama masuk ke kawasan stadion memang ditutup, sehingga mobil harus diparkirkan di pinggir jalan utama.
Dari gerbang utama menuju titik sentral stadion kira-kira dibutuhkan 2 km perjalanan jauhnya. Kondisi jalan yang masih sangat bagus dan tidak ada berseliweran kendaraan bermotor, membuat putri kami kegirangan mengayuhkan pedal sepedanya sebebas-bebasnya.