Selain itu saya juga tidak bermaksud tidak mau berbagi kebahagiaan. Sama sekali tidak. Memiliki siswa, saudara dan sahabat yang perhatian tentu sangat membahagiakan. Namun tidak harus saat ulang tahun harus repot dengan rutinitas yang membuat saya tidak enak hati.
Cukup komunikasi, entah lewat inbox messenger, WA atau telepon saat tertentu, itu sudah menandakan perhatian yang luar biasa untuk saya.Â
Sebagai catatan, tidak semua pengguna FB menyembunyikan tanggal lahir pada akun mereka. Tentu punya alasan sendiri dan saya sangat menghormatinya. Bahkan saya juga merasa senang jika ada sahabat yang berulangtahun. Dan saya pun menyempatkan mengucapkan selamat ulang tahun jika kondisi sedang tidak repot.
Ada juga pengguna FB yang menyembunyikan tanggal lahir pada akun FB dengan alasan lain. Itu tentu saja bersifat privasi alasannya. Tidak mungkin sama dengan alasan saya.
Tambah lagi ketika menuliskan informasi pada akun FB saya selalu berpegang pada prinsip, mengisi profil sesuai kenyataan. Jadi tidak menggunakan data bohongan karena saya merasa dengan data bohongan tidak berguna sama sekali. Dari sekian data informasi, hanya tanggal lahir saja yang tidak bisa dilihat oleh teman FB.Â
Pada akhirnya saya mengamini sebuah ungkapan bahwa banyak teman tetap terasa kurang, namun satu musuh saja pasti terlalu banyak.Â
Menjalin persaudaraan dan persahabatan di sosial media sangat menyenangkan dan bisa membuka pintu rezeki. Hanya perlu berhati-hati saja dalam menjaga diri dan orang lain. Karena sejatinya manusia selalu membutuhkan orang lain dan tidak ingin saling merugikan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H