Mohon tunggu...
Jepe Jepe
Jepe Jepe Mohon Tunggu... Teknisi - kothak kathik gathuk

Males nulis panjang.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Ujian Praktik SIM Harusnya Lebih dari Soal Kemahiran!

30 Oktober 2022   16:01 Diperbarui: 3 November 2022   21:25 1177
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Benarkah kemahiran dan reflek mengemudi adalah hal yang utama? (KOMPAS.com / Hamzah)

"Manejas bien el coche pero no sabes circular!" (Kamu mahir mengendalikan mobil tapi kamu tidak tahu cara berlalu-lintas!)

Kalimat instruktur mengemudi di Spanyol sekitar tahun 2006 pada saya tetap terekam di otak saya sampai hari ini. 

Saat itu, di salah satu kota di Andalusia di Spanyol, saya sudah lolos ujian teori untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) Spanyol dan sedang mempersiapkan diri untuk menempuh ujian praktik.

Bermodal pengalaman belasan tahun mengemudi di Jakarta dan pengetahuan teori lalu lintas Spanyol, dengan ditemani seorang instruktur dari sekolah mengemudi, saya pun menjajal mengemudi di negara itu untuk pertama kalinya.

Hasilnya adalah komentar sang instruktur di atas dan kesimpulan bahwa jika hari itu saya ikut ujian praktik, saya tidak akan lolos.

Akhirnya saya pun mengambil program latihan mengemudi 10 jam (1 jam per hari) bersama sang instruktur sebelum akhirnya saya menempuh ujian praktik.

Ini yang terjadi di ujian praktik SIM di Spanyol (dan negara-negara Uni Eropa lainnya):

Penguji mencatat seluruh gerak gerik kandidat dari A sampai Z

Di hari dan waktu pengujian, mobil dari sekolah pengemudi terparkir di parkiran direksi lalu lintas (semacam samsat) dan di bangku belakang sudah duduk petugas samsat sebagai penguji dengan posisi diagonal terhadap kursi pengemudi.

Si penguji memanggil saya untuk masuk dan duduk di bangku pengemudi. Dari saat itu saya tahu bahwa semua gerak gerik saya dicatat di selembar kertas dialasi papan yang dipegangnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun