Pada percobaan ini pertama-tama dibuat larutan asam asetat 50 ml. dengan konsentrasi 1,0; 0,8; 0,6; 0,4; 0,2 M. Asam asetat (CH1COOH) dalam percobaan ini digunakan sebagai solute, sedangkan solven yang digunakan adalah petroleum eter. Larutan asam asetat dalam air apabila dibiarkan kontak dengan pelarut organik seperti petroleum eter maka akan terdistribusi dengan baik ke dalam dua pelarut tersebut.Â
Oleh karena itu, sebelum dikontakkan dengan pelarut organik, terlebih dahulu konsentarsi mula-mula asam asetat dihitung dengan mentitrasinya dengan NaOH 0,5 M atau disebut proses standarisasi. Titik akhir titrasi dapat diketahui dengan bantuan indikator PP ditandai dengan perubahan warna dari bening menjadi warna merah muda. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
CH3COOH + NaOH CH--->COONa + H
V. KESIMPULANÂ
1.Distribusi senyawa organik pada dua pelarut yang tidak bercampur dapat diketahui dengan melihat nilai K atau koefesien distribusi dan hasil  yang diperoleh pada saat melakukan  percobaan ,zat terlarut atau zat yang dipisahkan terdistribusi diantara kedua lapisan yang sama lapisan organik dan lapisan akuades
2. cara mengidentifikasi lapisan organik diantara dua pelarut yang tidak bercampur dapat dilakukan dengan cara melihat kepolaran antar kedua zat hal ini dikarenakan perbedaan kepolaran yang membuat kedua zat tidak bercampur . Perbedaan  Massa jenis zat juga yang mementukan lapisan  mana yang berada dibagian atas maupun bagian bawah. Massaa jenis yang lebih berat  dibagian lapisan atas karena semakin besar massa jenis nya maka akan semakin besar massa setiap volumenya , begitu juga sebaliknyaÂ
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H