Mohon tunggu...
Jeniffer Gracellia
Jeniffer Gracellia Mohon Tunggu... Lainnya - A lifelong learner

Menulis dari Kota Khatulistiwa

Selanjutnya

Tutup

Hobby Artikel Utama

Silent Vlog yang Menenangkan di Tengah Dunia yang Serba Cepat dan Penuh Kebisingan

1 Mei 2021   14:46 Diperbarui: 1 Mei 2021   18:07 2331
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cuplikan layar dari Silent Vlog 냥숲nyangsoop yang menenangkan di tengah dunia yang serba cepat dan penuh kebisingan | Sumber dari YouTube/nyangsoop vlog

YouTube adalah media sosial yang paling sering penulis gunakan dan juga paling penulis sukai. Penulis yakin banyak dari masyarakat Indonesia yang setuju juga. 

Pada Januari 2021, riset dari Hootsuite dan We Are Social menunjukkan bahwa YouTube menjadi media sosial terpopuler untuk masyarakat Indonesia, di mana YouTube berhasil menjaring 93,8% dari total populasi Indonesia. 

Salah satu alasan YouTube digemari oleh masyarakat Indonesia menurut penulis adalah karena keberagaman konten yang dapat diakses secara gratis. 

Jika kita melihat bagian Home di aplikasi YouTube kita masing-masing, kita dapat melihat rekomendasi dari video yang sudah kita tonton sebelumnya. Setiap orang pasti memiliki Home-nya masing-masing sesuai konten yang disukai. 

Ada yang gemar menonton serial drama di YouTube, video teori konspirasi, video blog kuliner atau wisata, video tips berkebun hingga video mengeluarkan komedo hidung sekalipun.

Video blog atau dikenal dengan sebuatan vlog sepertinya menjadi konten kesukaan masyarakat Indonesia, di mana 74,3% masyarakat menghabiskan waktunya untuk menonton vlog. Salah satu vlog yang kerap viral di Indonesia adalah vlog kehidupan sehari-hari artis Indonesia.

Lewat tulisan ini, penulis ingin mengenalkan satu jenis vlog yang kerap penulis tonton yaitu silent vlog yang menenangkan di tengah dunia yang serba cepat dan penuh kebisingan. 

Apa itu silent vlog?

Berbeda dengan jenis vlog lain di mana vlogger menunjukkan aktivitas sehari-harinya sambil bercerita kesehariannya, silent vlog justru menarik penontonnya dengan tidak berbicara sama sekali. Para vlogger akan berkomunikasi dengan penontonnya lewat narasi yang dituliskan di dalam video.

Aktivitas sehari-hari yang mereka dokumentasikan pun sangat sederhana, seperti berbelanja bahan makanan di pasar swalayan, memasak, belajar, ataupun mengurus tanaman. Kebanyakan dari silent vlogger juga tidak menunjukkan wajahnya bahkan merahasiakan identitasnya.

Dengan silent vlogger yang tidak berbicara, penontonnya dapat menikmati pengambilan gambar yang estetik sekaligus mendengar suara kehidupan sehari-hari, seperti suara ASMR dari kegiatan memotong bawang bombai atau suara telur yang digoreng.

Silent vlogger juga kerap mempromosikan slow living atau gaya hidup lambat. Slow living adalah salah satu gaya hidup untuk menikmati dan memaknai setiap detik dalam hidup yang cocok diterapkan di dunia yang serba cepat sekarang. Selain itu mereka juga kerap mempromosikan gaya hidup minimalis yang sederhana.

Manfaat silent vlog

Lewat silent vlog yang kerap penulis tonton, penulis belajar untuk fokus dan menghargai hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari yang kerap penulis abaikan. 

Ternyata hal-hal kecil dalam hidup seperti memotong bawang pun bisa menjadi sesuatu yang indah lewat silent vlog. Silent vlog ini juga cocok untuk para introvert seperti penulis.

Silent vlog juga memiliki efek menenangkan lewat ASMR atau Autonomous Sensory Meridian Response. ASMR adalah respon "euforia tingkat rendah" yang muncul pada tubuh kita ketika melihat visual atau mendengar bunyi yang terasa menyenangkan. 

ASMR pun dipercaya dapat menimbulkan rasa rileks, membantu mengatasi depresi, dan membantu permasalahan sulit tidur.  

Dalam wawancara Vice dengan Dr. Sheri Jacobson yang merupakan ahli di bidang psikoterapi dan praktik konseling, ia menjelaskan lewat silent vlog alih-alih memposisikan diri sebagai pesaing penonton justru diajak ikut serta dalam kehidupan sehari-hari para vlogger. 

Silent vlog juga bersifat relevan dan inklusif karena kegiatan yang ditunjukkan mungkin tidak jauh beda dengan yang kita lakukan tiap hari. Ini tentu berbeda dengan jenis vlog lain yang menurut penulis menunjukkan kegiatan atau benda yang belum tentu dapat kita lakukan atau dapat kita akses. 

Rekomendasi silent vlog

Tren silent vlog berasal dari Korea Selatan, di mana kebanyakan vlogger yang paling banyak ditonton tinggal ataupun berasal dari Korea Selatan. 

Lewat tulisan ini penulis ingin merekomendasikan silent vlog favorit penulis yang mungkin juga dapat Anda nikmati. Subtitle selalu disediakan dalam bahasa Inggris, namun kadang juga ada vlogger yang menyediakan subtitle dalam bahasa Indonesia.

1. Kimi

Kimi adalah seorang perempuan yang awalnya tinggal di Seoul, Korea Selatan. Untuk menerapkan gaya hidup slow living, ia pindah ke sebuah desa di Korea Selatan bersama orangtuanya dan hidup sebagai petani. 

Silent vlog Kimi sangat populer dan mendorong kaum milenial untuk hidup berkebun. Kimi juga kerap menunjukkan resep-resep masakan sehat yang bahannya diambil langsung dari hasil kebunnya.

2. Haruday

Haruday adalah seorang vlogger perempuan asal Korea Selatan yang menikah dengan pria asal Prancis. Sepasang suami istri ini sekarang tinggal di New York. 

Lewat silent vlog-nya, penonton dapat menikmati kehidupan sehari-hari Haruday di New York, dari menikmati secangkir kopi di Central Park hingga lari pagi di Brooklyn Bridge.

3. Imamu room

Imamu room adalah seorang ibu rumah tangga keturunan Jepang yang sekarang tinggal di Kanada bersama dengan suaminya dan anak perempuannya. 

Seluruh silent vlog Imamu room menujukkan kesehariannya ketika memasak sekaligus membagikan resep-resep Bento atau kotak bekal yang ia masak untuk suaminya selama satu minggu.

*

Selain silent vlogger dari Korea Selatan dan Jepang, penulis juga pernah menemukan silent vlogger dari Indonesia yang tidak kalah menarik. Sepertinya tren silent vlog ini pun sudah mulai dinikmati oleh masyarakat Indonesia walaupun masih kalah saing dengan vlog karya artis Indonesia.

Lewat tulisan ini, penulis berharap dapat mengenalkan silent vlog yang penulis gemari dan juga bermanfaat ditengah dunia yang serba cepat dan penuh kebisingan. 

Di tengah pandemi Covid-19 ini banyak dari kita yang bertahan diantara tetap terinformasi atau terjebak stres dan panik setelah membaca berita mengenai kondisi Covid-19 di Indonesia. 

Silent vlog dapat menjadi pilihan untuk rileks dan siapa tahu Anda juga dapat merasakan "euforia tingkat rendah" setelah menonton silent vlog. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun