Mohon tunggu...
JELITA SARI
JELITA SARI Mohon Tunggu... Lainnya - JELITA SARI EP0157971 MITRA BISNIS PREMIER SILVER PT VERITRA SENTOSA INTERNASIONAL DAN PT TRENINET SENTOSA INTERNASIONAL.

http://bit.ly/BisnisUsahaSDP http://bit.ly/mendaftargratisdiMAB http://bit.ly/joindiMAB (Batch 9, Referral Sippass1)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Punya Suami Baik Hati

28 Maret 2022   23:26 Diperbarui: 28 Maret 2022   23:52 136
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sulayya adalah seorang anak yang pertama kali datang mendekati Ibu Sulton dirinya berumur 6 tahun dan baru mau sekolah. Jadi, bahasanya memang kurang baik pengucapannya sebab giginya ompong. Tetapi, Ibu mengerti kadang-kadang Sulton merasa lucu karena Sulayya lucu banget katanya. Sulayya tidak menangis malah tertawa senyamannya tertawa dan rasanya Sulton juga Ibu jadi terhibur. Mereka sangat dekat kala itu. Beberapa lamanya Sulayya dan Sulton bersekolah dan berteman sebab rumah mereka dekat dan Ibu Sulayya adalah seorang pemilik rumah tempat tinggal Ibu dan Sulton kala itu. Namun, merasa Iba dan memberikannya kembali kepada keluarga mereka mengatakan bahwa rumah itu adalah peninggalan Ayah Sulton.

Teranglah keluarga Sulayya sangat baik dan banyak mendapatkan penghasilan yang lebih dari kemarin pemasukan mereka bertambah dari usahanya bertani dan dapat untuk menyimpan uang di bank milik negara. Ibu Sulton pun sempat diajak dari Ibu Sulayya untuk dapat datang ke BANK RAKYAT INDONESIA. Menabung di sana aman untuk semua nasabah di pedesaan seperti mereka. Jadi, setiap hari kini Ibu Sulton selalu menyisihkan penghasilan dari menjual masakannya sendiri untuk dapat dikumpulkan dan disimpan baik di sana.

Semua orang di sana senang melayani Ibu Sulton setiap hari datang ke BRI. Di sana dirinya merasa nyaman dan pelayanannya juga sangat baik. Ibu Sulton lama-kelamaan memiliki banyak saldo di sana. Jumlahnya sangat berarti buat dirinya bersama Sulton nanti. Mengingat semua yang telah diberikan-Nya itu Ibu Sulton jadi lebih rajin menyembah kepada Allah SWT dan setiap hari mengerjakan sholat 5 waktu terkadang memberikan anak-anak yang tidak memiliki orang tua sedikit dari hasil kerjanya sendiri.

Alhamdulillah, Ibu selalu mengingatkan anaknya kini. Beberapa lama Sulton mengingat perkataan Ibu dan rasanya Ibu memanglah Ibu yang selalu menjaganya sebab apapun Ibu mengatakan kepada dirinya akan tetap menuruti semua yang telah Ibu katakan.

Keranjang yang dibawa Ibunya setiap hari suatu hari dia yang membawakannya keliling kampung dan Ibu yang melayani pembeli. Rasanya setiap hari keliling bersama Ibu akan terasa senang sekali. Namun, Ibu tetap mengatakan biarkanlah Ibu sendiri yang susah seperti ini bukan kamu anak Ibu yang baik hati.

Senyum Ibu dan Sulton mengiringi banyak waktu dan pelanggan juga tetap datang tabah banyak yang datang setiap saat dan waktu. Alhamdulillah.

--- ---

Ibu Sulton teringat dengan Sulayya dan dirinya menyisihkan satu porsi besar masakan yang dibuatnya untuk diberikan kepada Sulayya sebelum pergi berkeliling dan Ibu Sulayya menerimakan pemberian itu. Ibu Sulton terkejut mendengarkan cerita singkat dari Ibu Sulayya. Ternyata anaknya sudah lama pergi ke luar negeri untuk Umroh. Sebenarnya Ibu Sulton sangat senang dan memeluk teman juga tetangganya itu padahal rasanya lupa untuk menangis dan senyumnya nampak ikhlas nampak ringan sekali. Mereka pagi itu nampak berpelukan 10-23 menit sambil bercerita sampai ditegur oleh seseorang yang ingin membeli dagangan kelilingnya. Mereka ketawa  dan senyum dangan air mata yang masih di kelopak mata.

Mereka membeli banyak hari itu sampai 30 bungkus dan masih ada bungkus lagi makanan yang mereka beli ketika Ibu Sulton keliling berdagang.

Ada anak yang belum makan nampak sekali tangannya gemetar dan Ibunya buta. Ibu sulton merasa senang dapat membantu mereka lalu makanan yang masih ada tiga bungkus itu diberikan semuanya sampai menyempatkan diri menyuapi Ibu anak itu.

Sempat berterimakasih, Ibunya menangis sedih dan sempat mendo'akan Ibu Sulton. Namun, do'anya hanya ada di dalam hati dan hanya dapat didengar apalagi diijabah-Nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun