Setiap orang yang datang ke kolam dengan tujuan memancing, kita terapkan tiket masuk sebesar Rp 10.000, transaksi pembayaran dilakukan di pintu masuk.Â
Oleh karena itu, sediakanlah meja kecil sebagai loket pembayaran. Kita sebagai pemilik kolam pancingan bisa mempekerjakan kerabat, tetangga atau siapa saja yang membutuhkan pekerjaan untuk menjaga loket ini, bertindak sebagai kasir. Untuk permulaan, kita saja sendiri yang berperan di sana.Â
Karena, pemancingan biasanya akan ramai pada saat weekend saja, umpama hari Sabtu dan Minggu serta hari-hari libur. Oleh karena itu, meskipun kita sibuk dengan pekerjaan utama. Masih tetap bisa untuk secara optimal mengelola kolam pemancingan sebagai bisnis sampingan.
Agar manajemen keuangan terkelola dengan baik. Lengkapi loket dengan karcis atau tanda masuk, uang kembalian, laci penyimpanan uang dan kalkulator.Â
Sediakan juga buku catatan untuk menuliskan berapa orang yang datang pada hari tersebut, berapa jumlah uang yang didapat dari tiket masuk, dan saldo per harinya agar dapat diketahui dengan pasti grafik pendapatannya.
Pembelian ikan
Saat pemancing telah menyelesaikan aktivitasnya, tentu saja dia akan membawa pulang hasilnya berupa ikan. Baik dalam jumlah banyak maupun sedikit.Â
Nah, ada tempat yang disediakan untuk menimbang ikan tersebut. Sediakanlah timbangan digital atau manual juga bisa sebagai alat menimbang ikan tersebut.Â
Untuk satu kilo ikan yang didapat pemancing harus membayar antara 25-30 ribu. Sepakati saja, berapa harga yang akan diterapkan di kolam pemancingan kita.
Dalam aktivitas ini juga diperlukan pencatatan yang konsisten dan rapi. Agar uang yang masuk sebagai hasil dari bisnis ini dapat kita kelola lagi. Karena, selain sebagai keuntungan yang akan masuk ke dompet kita.Â
Dari uang tersebut akan ada yang kita gunakan kembali sebagai biaya untuk membayar tagihan listrik, modal pembelian ikan, dan membayar gaji pengelola kolam.