Sekadar berandai-andai, jika Surya Paloh membisikkan sesuatu kepada Presiden yang intinya akan menghentikan proses pencapresan Anies, apakah semua menteri asal Nadsem akan selamat?
Tapi, memang ada kemungkinan pencapresan Anies dibatalkan? Bukan dibatalkan sebetulnya, karena Anies memang belum jadi capres.
Maksudnya, proses untuk pencapresannya yang tak lagi dilanjutkan. Tentu, Nasdem tak mungkin menjilat ludah sendiri.
Artinya, Nasdem harus punya alasan kuat agar tidak kehilangan muka, bila akhirnya tak jadi mengusung Anies.
Misalnya, kalau Partai Demokrat dan PKS sebagai anggota Koalisi Perubahan bersama Nasdem, masih belum sepakat soal siapa cawapres pendamping Anies.
Selama ini, terkesan bahwa Demokrat ngotot menjadikan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres, demikian pula Ahmad Heryawan yang diusulkan PKS.
Anies sendiri mungkin merasa nasibnya dalam tanda tanya setelah bertemunya Surya Paloh dan Jokowi.
Namun, Anies bergerak cepat karena langsung menggelar pertemuan dengan tim kecil dari ketiga partai anggota Koalisi Perubahan.
Pertemuan tersebut berlangsung di pendopo rumah Anies di Cilandak, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/1/2023) lalu.
Apa hasil pertemuan tersebut, belum terungkap ke publik, selain ingin mencitrakan solidnya Koalisi Perubahan di depan jurnalis.
Yang jelas dinamika politik di tanah air semakin menarik dan makin panas dengan berbagai aksi sejumlah parpol.