Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Anies atau Ganjar? Kata Kang Emil, Pengantin Tak Bisa Pilih Jodoh

7 November 2022   16:19 Diperbarui: 7 November 2022   16:25 373
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bursa cawapres ternyata tak kalah heboh dengan bursa capres. Bahkan, ada pengamat politik yang berpendapat bahwa cawapres bisa menjadi faktor penentu keberhasilan dalam kontestasi Pilpres 2024.

Kang Emil (panggilan akrab Ridwan Kamil) yang juga Gubernur Jawa Barat, menurut survey dari Litbang Kompas yang dirilis pada akhir Oktober lalu, meraih elektabilitas tertinggi untuk posisi cawapres.

Tak heran, bila Kang Emil sekarang laris disanding-sandingkan dengan tokoh yang digadang-gadang bakal jadi capres.

Masih menurut Litbang Kompas, untuk posisi capres, peraih elektabilitas tertinggi adalah kader PDIP yang juga jadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Sedangkan yang berada pada peringkat kedua diduduki oleh Prabowo Subianto, yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra.

Berikutnya, pada peringkat ketiga adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang telah dideklarasikan oleh Partai Nasdem sebagai capres.

Selain Anies, Prabowo juga sudah dideklarasikan sebagai capres dari Partai Gerindra. 

Diperkirakan Prabowo akan menggandeng Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, sebagai cawapres.

Soalnya, koalisi Gerindra-PKB terlihat semakin kompak karena sudah relatif sering dilakukan pertemuan antar elit kedua partai.

Justru nasib Ganjar yang belum jelas, meskipun Ganjar pernah menyatakan siap menjadi capres bila diusung oleh PDIP.

Hanya saja, PDIP hingga sekarang belum mendeklarasikan siapa capresnya. Keputusan tersebut menjadi hak prerogatif ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri.

Kuat dugaan, Megawati masih menimbang-nimbang apakah akan mengusung putrinya sendiri yang juga jadi Ketua DPR, Puan Maharani, atau Ganjar Pranowo.

Terlepas dari hal di atas, Kang Emil mulai dihujani pertanyaan oleh para jurnalis. Kalau menurut hati kecil Kang Emil, lebih memilih menjadi cawapres dari Anies atau Ganjar?

Bukan Kang Emil namanya jika tak mampu berkelit dengan manis menghadapi pertanyaan serupa itu.

Kata Kang Emil, pengantin dalam politik tidak bisa memilih jodohnya sendiri, sebab ada peran orang tua di balik itu (suara.com, 30/10/2022).

Tentu gampang ditebak, siapa yang dimaksud oleh Kang Emil sebagai orang tua tersebut. 

Bisa jadi adalah pimpinan partai politik, karena hanya parpol atau gabungan parpol yang berhak mendaftarkan pasangan capres-cawapres ke Komisi  Pemilihan Umum (KPU).

Ada juga yang berperan sebagai king maker, yakni orang di belakang layar yang punya pengaruh besar dalam menetapkan capres-cawapres.

Seperti Anies, king maker-nya yang ketua umum parpol adalah Surya Paloh. Tapi juga peran Jusuf Kalla sangat besar dalam keputusan itu.

Kang Emil sudah punya pengalaman dua kali ikut pilkada dan keduanya dijodohkan orang tua.

Tapi, meskipun pengantin tak bisa memilih jodohnya, menurut Kang Emil, keduanya (Ganjar dan Anies) adalah sahabatnya.

Jadi, bagaimana keputusan Kang Emil? Ya, semuanya masih belum jelas, dan lagipula bukan Kang Emil yang memutuskan.

Tanyakan saja pada pimpinan parpol. Jangan tanya Kang Emil, meskipun beliau siap menerima pinangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun