Namanya juga pewarna rambut, bahan ini tidak seharusnya diaplikasikan ke permukaan kulit karena pada orang-orang tertentu bahan ini dapat menyebabkan reaksi alergi. Oleh sebab itu idealnya pada kemasan pewarna rambut dicantumkan peringatan untuk melakukan Patch-Test (Uji Tempel) sebelum digunakan.Â
Tujuannya tentu untuk mendeteksi adanya reaksi alergi atau tidak. Reaksi alergi yang muncul bisa bermacam-macam tergantung respon tubuh seseorang terhadap zat asing tersebut. Bisa berupa ruam kemerahan, bengkak/benjolan di sekitar area tato, hingga demam sebagai indikasi adanya infeksi bakteri atau virus.
Metode penghilangan tato
Selain konsekuensi terkait bahaya pada kesehatan, hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah justru proses penghilangan tato. Mengapa? Saya yakin mereka-mereka yang telah menato tubuhnya ada yang pernah merasa menyesal. Terutama mereka yang menato dengan tujuan deklarasi cinta (misalnya menato nama pasangannya di salah satu bagian tubuh). Ketika hubungan mereka berakhir alias patah hati, pasti banyak yang menyesal dan ingin menghapus tato tersebut.
Dalam proses menghilangkan atau menghapus tato, dapat dipastikan tidak ada yang tidak mengalami rasa sakit dan kadang menimbulkan efek samping juga seperti perdarahan kecil, ruam dan nyeri. Proses menghilangkan tato ini bisa dilakukan dengan beberapa cara dan yang paling umum adalah:
Laser Removal
Sesuai namanya, prosedur ini menggunakan sinar laser. Namun jangan dipikir prosedur ini sangat mudah dan sebentar. Prosedur ini bisa berlangsung selama beberapa tahap tergantung ukuran tato, karena laser akan ditembakkan ke permukaan kulit mengikuti bentuk tato. Oleh sebab itu prosedur ini juga membutuhkan ketelitan dan kesabaran.
Selain itu warna tato juga mempengaruhi durasi prosedur. Biasanya warna pigmen tato yang lebih terang seperti hijau, kuning dan merah lebih sulit hilang karena setiap warna memiliki kemampuan menyerap panjang gelombang sinar yang berbeda. Sementara itu warna pigmen biru dan hitam biasanya lebih mudah dihilangkan.
Dermabrasion
Prosedur ini menggunakan alat khusus untuk mengikis kulit dan mengangkat lapisan kulit terluar yang ditato.
Baik Laser Removal maupun Dermabrasion, baiknya dilakukan oleh profesional yang berpengalaman misalnya Dermatologis untuk meminimalisasi rrsiko efek samping. Jangan sembarangan menghilangkan tato misalnya menggosok dengan kuat permukaan kulit dengan minyak kayu putih atau aseton (cara ini yang paling saya temui pada mereka yang yang ingin menghilangkan tato temporer).Â
Bila tanda-tanda reaksi alergi mulai muncul setelah aplikasi tato (misal gatal, perih, ruam, dan bengkak), sebaiknya pergi ke dokter untuk memperoleh pertolongan pertama.
Kembali lagi, saya pribadi menganggap tidak ada yang salah dengan menato tubuh karena itu tergantung masing-masing individu. Tapi ada baiknya tidak berlebihan dan selalu aware dengan segala resikonya. Jangan sampai menggadaikan kesehatan sendiri demi terlihat keren.