Banyak kalangan mempersepsikan Puan sebagai sosok politikus yang "mengintili" ibu dan kakeknya, yang dua-duanya pernah menjadi Presiden RI. Kompetensi dan kapabilitasnya sebagai seorang pribadi pun dipertanyakan.
Andi ternyata juga pernah mendapat pertanyaan mirip. Kemudian dia pun mencari informasi dari teman-temannya, yang salah satunya dia dapatkan dari seorang aktivis kesetaraan gender bernama Sri Wahyuni. Andi menuliskan bahwa pada awalnya, Sri pun salah menilai Puan Maharani.Â
"Hingga dalam Forum Indonesian Women's Forum 2018, ia terperangah! Saat memberikan keynote speech, tanpa menggunakan teks. Puan bisa dengan fasih bercerita dan memaparkan tentang bagaimana perempuan bisa memberikan makna dan kesejahteraan. Bukan hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tapi juga untuk lingkungan," kata Andi dari cerita sahabatnya itu.
Ketika berbicara, Puan juga terlihat sangat paham mengenai era Industri 4.0 dengan pemanfaatan gadget dan teknologi digital untuk memberi manfaat ekonomi. Pidato yang konon sedemikian memukau itu, dilakukannya di hadapan seribu tokoh perempuan terpenting Indonesia.Â
"Menjadi sangat menyentuh, karena ia sebagaimana wanita Indonesia milenial hari ini, ia tetap untuk memilih jalan bergotong royong. Bawaan orok ideologis yang berasal dari kakeknya!" kata Andi.
Komentar netizen
Unggahan tersebut pun mendapat berbagai respon dari warga net. Beberapa komentar justru menceritakan pengalaman pribadi mereka yang pernah bertemu atau berpapasan dengan sosok Puan Maharani.
Akun bernama Tanty S Reinhart Thamrin menuliskan pengalamannya bertemu dengan Puan di Nusa Tenggara Barat, saat Puan datang menjenguk pengungsi gempa bumi. Kesan pertamanya adalah tutur Puan yang begitu halus saat berbicara.
"Saat itu beliau bertanya tentang mekanisme pemberian susu formula untuk bayi-bayi yang dibawa mengungsi, beliau menginginkan ada ruang untuk ibu menyusui ASI di setiap pengungsian, sehingga bayi-bayi tidak dipaksa harus minum susu formula jika ASI tersedia. Ada yang memikirkan hal sedetail itu saat pengungsian, rupanya beliau mengamati hal-hal detail," ujar akun tersebut.
Tak hanya itu. Seorang warga net, Dayujiwa dalam kolom komentar juga mengisahkan pernah melihat Puan di sebuah pameran. Dia melihat Puan berjalan sendirian tanpa pengawalan seperti kebanyakan pejabat atau orang penting lainnya.
"Riasannya tipis, pakaiannya sopan jauh dari kesan mewah, sedikit old fashion buat saya.... Sesekali ia berhenti melihat kehebohan ibu-ibu sosialita yang sedang berbelanja, tapi lalu berlalu dan sampe ia keluar dari gedung pameran, tak seorang pun mengenalinya pun tak membawa tentengan belanjaan."