Mohon tunggu...
PropNex Indonesia
PropNex Indonesia Mohon Tunggu... Jurnalis - Copywriter PropNex
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

PropNex Indonesia sebagai broker properti terbaik di Indonesia telah menciptakan beberapa terobosan dan meraih banyak penghargaan. Semangat utama yang kami junjung dalam visi perusahaan berlandaskan pada prinsip kekeluargaan, kebersamaan dan motto "Profesional, Muda dan Terpercaya".

Selanjutnya

Tutup

Home

Sertifikat Hak Pakai vs Hak Milik: Apa Perbedannya?

8 Oktober 2024   16:19 Diperbarui: 8 Oktober 2024   16:21 113
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Properti dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) biasanya memiliki nilai pasar yang lebih tinggi karena kepemilikan penuh dan permanen. Untuk Sertifikat Hak Pakai (SHP) karena sifatnya yang terbatas dan dapat diperpanjang, nilai properti dengan SHP cenderung lebih rendah dibandingkan properti dengan SHM.

Baca juga: Cara Cek Keaslian Sertifikat Tanah Secara Online dengan Mudah dan Aman

Kapan Sebaiknya Memilih Sertifikat Hak Milik atau Hak Pakai?

Keputusan untuk memilih Sertifikat Hak Milik atau Hak Pakai sangat bergantung pada tujuan dan kebutuhan Anda dalam memiliki properti. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang bisa membantu Anda memilih:

  1. Jika Anda Berencana untuk Tinggal Permanen: Jika Anda mencari properti untuk dimiliki dalam jangka panjang atau untuk diwariskan kepada keluarga, maka SHM adalah pilihan yang tepat. Dengan SHM, Anda memiliki kepemilikan penuh atas properti dan tidak perlu khawatir tentang batasan waktu.
  2. Jika Anda WNA atau Membutuhkan Properti untuk Jangka Pendek: Untuk WNA atau investor yang membutuhkan properti untuk penggunaan sementara atau proyek jangka pendek, SHP bisa menjadi opsi yang lebih baik. Properti dengan SHP juga lebih murah, sehingga cocok untuk bisnis atau proyek yang tidak memerlukan kepemilikan jangka panjang.
  3. Untuk Investasi: Jika tujuan Anda adalah berinvestasi di properti dan ingin mendapatkan keuntungan dari nilai properti di masa depan, SHM jelas lebih menguntungkan. Properti dengan SHM cenderung lebih cepat mengalami kenaikan harga dibandingkan properti dengan SHP.

Perbedaan antara Sertifikat Hak Pakai dan Hak Milik terletak pada hak kepemilikan, jangka waktu, dan peruntukan properti. Sertifikat Hak Milik memberikan kepemilikan penuh tanpa batasan waktu, sementara Sertifikat Hak Pakai memberikan hak penggunaan dengan batasan waktu tertentu. Jika Anda mencari kepemilikan jangka panjang dan permanen, Sertifikat Hak Milik adalah pilihan yang lebih baik. Namun, jika Anda hanya membutuhkan properti untuk jangka pendek atau untuk tujuan komersial, Sertifikat Hak Pakai bisa menjadi solusi yang lebih ekonomis dan fleksibel.

Memahami perbedaan ini akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat saat membeli properti. Pastikan selalu untuk memeriksa jenis sertifikat sebelum melakukan transaksi properti, agar sesuai dengan kebutuhan dan rencana investasi Anda.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Home Selengkapnya
Lihat Home Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun