Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Blogger - Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Gagas RI untuk Mendapat Jawaban atas Tantangan Indonesia Menghadapi Perubahan Global

2 Agustus 2023   08:36 Diperbarui: 2 Agustus 2023   08:38 299
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (Sumber: IG gagas_ri)

Jelang pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan presiden (Pilpres) serentak pada 14 Februari 2023 saatnya bagi calon anggota legislatif (Caleg) dan pasangan calon presiden/calon wakil presiden (Capres/Cawapres) untuk membekali diri dengan visi masa depan menghadapi tantangan global untuk kemajuan Indonesia.

Untuk itulah KG Media melalui Kompas TV menjalankan program Gagas RI yang merupakan acara untuk memperoleh jawaban atas tantangan global yang dihadapi Indonesia. Gagas RI menghadirkan pakar dan tokoh di bidangnya. Sudah dijalankan empat episode.

Episode 4 menghadirkan Dr Dino Patti Djalal, MA - Founder FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia) yang juga mantan wakil menlu, jubir presiden, dan Dubes di AS sebagai pembicara pada 31 Juli 2023 malam di Studio 1 Kompas TV, Jakarta.

Dalam paparannya Dr Dino mengingatkan agar kita tidak terpaku pada sumber daya alam karena sudah terbukti Singapura tanpa sumber daya alam bisa jadi negara maju.

Dalam konteks itu yang perlu diperhatikan adalah: membaca (situasi) zaman kemudian menyiasati zaman dan merancang visi untuk kemajuan bangsa.

Thailand membuktikan diri bisa terhindar dari penjajahan bangsa Eropa karena bisa membaca zaman dan menyiasati zaman. Sementara Indonesia jadi sasaran kolonialisme selama 350 tahun.

Selain tiga hal itu, Dr Dino juga mengingatkan tentang merit system yaitu manajemen, dalam hal ini pemerintahan, harus berpijak murni pada kompetensi bukan politik transaksi. Dalam tanggapannya sebagai moderator, Sukidi, mengatakan bahwa PM Singapura, Lee Kwan Yew, yang berkuasa dari tahun 1959-1990 menjalankan merit system yang akhirnya berbuah manis bagi negara pulau itu.

Sekarang Indonesia berada di alam global di penghujung abad ke-21 yang ditandai dengan perubahan dan pergolakan dunia yang tidak bisa dihindari oleh Indonesia. Artinya, calon pemimpin negara ini harus membaca perubahan dan pergolakan global itu untuk menyiasatinya dan merancang program untuk kemajuan bangsa.

Dr Dino menyebut tiga kondisi yang menandai abad ini yang menyentuh Indonesia, yaitu:

1. Peta perpolitikan dunia yang berubah dari unipolar ke arah bipolar bahkan multi polar. Peran Amerika Serikat (AS) sebagai unipolar berubah yang ditandai dengan peran AS yang melemah sebagai super power. Kini mucul kekuatan baru yaitu China sehingga bisa jadi ada bipolar. Bahkan, bisa terjadi multi polar dengan kehadiran negara-negara lain sebagai kekuatan dalam berbagai sektor, seperti ekonomi dan lain-lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun