a. Pengumpulan Data Empiris
- Mengumpulkan laporan keuangan, bukti pembayaran pajak, dan dokumen pendukung lainnya.
- Melakukan pengamatan langsung di lokasi pertambangan untuk memahami operasi yang sebenarnya.
b. Analisis dan Evaluasi
- Menganalisis data yang dikumpulkan untuk mengidentifikasi potensi ketidakpatuhan atau penghindaran pajak.
- Membandingkan temuan dengan peraturan perpajakan yang berlaku untuk mengevaluasi kepatuhan.
c. Penyusunan Laporan
- Menggabungkan semua temuan untuk menyusun laporan audit yang komprehensif.
- Memberikan rekomendasi berdasarkan analisis yang dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pajak.
Contoh Sintesis Aposteriori dalam Kasus Pertimbangan Arite
Dalam kasus Pertimbangan Arite, di mana sebuah perusahaan pertambangan menggunakan struktur perusahaan di beberapa tax haven untuk menghindari pajak, sintesis aposteriori melibatkan:
a. Pengumpulan Data
- Mengumpulkan informasi tentang struktur perusahaan dan transaksi keuangan yang melibatkan tax haven.
- Memperoleh data dari otoritas pajak negara-negara yang terlibat.
b. Analisis Empiris
- Menganalisis data untuk memahami bagaimana struktur perusahaan digunakan untuk menghindari pajak.
- Membandingkan praktik perusahaan dengan peraturan perpajakan internasional.
c. Pembentukan Kesimpulan
- Menggabungkan temuan dari berbagai sumber untuk menyusun kesimpulan tentang legalitas dan etika praktik perusahaan.
- Memberikan rekomendasi kebijakan untuk mencegah penghindaran pajak di masa depan.
Sumber Referensi:
- Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2022 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak di Bidang Usaha Pertambangan Batubara. 2022.
- Stanford Encyclopedia of Philosophy. "A priori and A posteriori" by Albert Casullo. (Revised in 2014)
- Routledge Encyclopedia of Philosophy."A Posteriori Knowledge" by Michael J. Shaffer
- Kant, Immanuel. "Critique of Pure Reason".
- OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). "Guidance on Transfer Pricing Aspects of Intangibles".
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H