Alhasil sahabat saya ini bisa bangkit dan menjadikan kesalahan dimasa lalu sebagai pembelajaran hingga akhirnya ia pun lulus di ujian kedua. Sebagai sabahat harus bisa hadir dalam kondisi suka dan duka.Â
Uniknya jaman now ini, banyak sahabat datang mendekat ketika dalam suasana senang. Nanti ketika sahabat terpuruk, seakan tutup mata dan kuping bahkan perlahan menjauh. Ketika kita juga bisa hadir dalam duka nya maka disinilah arti sebuah persahabatan.Â
# Mau Memaafkan Dan Meminta Maaf
Saya ingat ada momen ketika saya dan sahabat semasa kuliah mengobrol kenangan masa lalu. Terlontar bahwa dirinya pernah kesal dan sakit hati dengan sikap dan perkataan saya.Â
Kami saat itu tergabung dalam organisasi BEM Fakultas. Kami berdua dipercaya menangani projek BEM berbeda. Tanpa saya sadari saya sempat mengacuhkan permintaan dirinya saat meminta bantuan saya sebagai panitia. Saya mungkin saat itu juga lagi banyak pikiran karena projek saya menguras waktu dan tenaga sehingga sikap saya bisa seperti itu.Â
Beruntunglah saya sadar dan meminta maaf dengan tulus karena sikap saya itu. Jujur saya mungkin saat itu egois atau tidak sadar dalam bersikap. Sahabat saya ini pun dengan baiknya berkata, udah itu cuma masa lalu. Kita pun saling memaafkan jika ada kesalahan secara sadar dan tidak sadar.Â
Meminta maaf kadang susah dilakukan oleh seseorang karena merasa egois, merasa tidak pernah melakukan kesalahan atau gengsi. Namun dengan kerendahan hati maka persahabatan akan bisa awet dalam jangka waktu lama.Â
***
Di jaman Now, menemukan sosok sahabat bisa dikatakan susah-susah gampang. Susah jika kita terlalu egois, ingin menang sendiri atau tidak peduli dengan teman terdekat. Gampang jika bisa saling peduli, mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan diri sendiri dan sebagainya.Â
Yuk, coba lakukan beberapa hal yang saya paparkan. Semoga bisa memupuk rasa persahabatan yang lebih awet dan berkembang layaknya kepompong dimana akan berakhir indah.Â
Semoga Bermanfaat