Ada rasa tanggung jawab untuk merawat anak dengan baik sehingga menunda kehamilan menjadi pilihan bijak. Bahkan ada orang tua muda yang baru punya anak 1 sudah mengeluh, duh pusing juga ngatur keuangan padahal baru punya anak 1. Lebih baik 1 anak aja cukup.Â
Di kondisi saat ini pun kadang ada aja permintaan anak yang berharap dituruti. Anak secara alamiah akan meminta sesuatu yang diinginkan pada orang tua dan kurang memahami kondisi orang tua. Contoh ada anak SD sudah bisa ngambek karena orang tuanya tidak membelikan sepeda motor untuknya.Â
Padahal anak usia segitu belum pantas membawa kendaraan dan bisa jadi orang tua tidak memiliki dana lebih untuk membeli motor baru. Ini membuat orang berpikir kembali memiliki banyak anak.Â
# Tingkat Edukasi Masyarakat Kian Meningkat
Masyarakat Bali saat ini mayoritas memiliki pendidikan atau setidaknya pernah mengenyam Sekolah Dasar. Bahkan sejak pemerintah menggencarkan pendidikan 9 tahun, generasi muda di Bali memiliki latar pendidikan yang kian baik.Â
Tingkat edukasi ini memberikan keuntungan dimana masyarakat mulai peduli dan sadar akan masalah pertumbuhan penduduk di Indonesia dan Global. Perlahan pun mereka mulai menyadari bahwa tidak masalah memiliki sedikit anak asalkan bisa dijaga dan dirawat sebaik mungkin.Â
Ini seperti yang terjadi di keluarga besar dimana mayoritas memiliki anak 1-2 orang karena bagi mereka angka ini sudah cukup dan ingin mengejar kualitas anak dibandingkan kuantitas.Â
Sekarang bukan lagi banyak anak banyak rejeki namun mengarah pada sedikit anak namun berkualitas. Wajar jika perlahan pasangan muda di Bali enggan memiliki banyak anak layaknya generasi jaman dulu yang bisa memiliki anak diatas 4 orang.Â
***
Salah satu tantangan sosial masyarakat Baki adalah menjaga kelestarian penamaan Ketut pada generasi saat ini. Faktor Keluarga Berencana, tingkat biaya hidup kian tinggi hingga mulai kuatnya pemahaman masyarakat tentang masalah kependudukan membuat masyarakat mulai enggan memiliki lebih dari 3 anak.Â