Sempat ada mindset bahwa menjadi penulis itu ditempatkan sebagai hobi dan jikapun menjadi sebuah matapencaharian maka belum tentu bisa membuat si penulis menjadi kaya raya.
Mindset ini terbantahkan dengan keberhasilan J.K Rowling yang berhasil menjadi daftar perempuan terkaya dimana kekayaannya berasal dari penjualan novel hingga royalti dari Harry Potter.Â
Luar biasanya sempat ada pemberitaan dimana kekayaan J.K Rowling mampu menggungguli kekayaan Ratu Elizabeth 2 yang merupakan penguasa Inggris hingga saat ini.
Kedua, From Zero To Hero. Kisah perjuangan J.K Rowling yang menjadi inspirasi dimana dirinya diketahui menjadi orang tua tunggal dengan 1 orang putri karena perceraian. Kehidupan tanpa pekerjaan bahkan mengandalkan hidup dari bantuan pemerintah pasti menjadi cobaan hidup yang cukup berat.
Disisi lain karya novel tulisannya sudah berulang kali ditolak oleh penerbit namun J.K Rowling tetap optimis mencari penerbit yang bersedia menerbitkan karyanya. Keberuntungan serta kegigihan dari kerja kerasnya kini telah membuahkan hasil.
Karyanya telah dikenal di seluruh dunia bahkan Novelnya menjadi Best Seller serta sudah dicetak dan disunting di banyak negara.
Ketiga, Berkontribusi dalam minat baca dan fiksi pada anak. Saya merasa karya J.K Rowling memberikan pengaruh besar pada minat baca anak.Â
Terbukti kesuksesan novel Harry Potter membuat banyak berlomba-lomba membaca serta mengoleksi novel yang isinya ratusan lembar. Bahkan ada kebanggaan tersendiri jika berhasil menuntaskan membaca novel aslinya.Â
Di sisi lain imajinasi anak mulai berkembang karena alur cerita Harry Potter kental akan fiksi tentang dunia penyihir. Setelah keberhasilan karya Harry Potter, banyak novel fiksi lainnya tercipta karena terinspirasi keberhasilan Harry Potter.Â
Muncul pertanyaan, setelah 25 tahun paska penerbitan masihkan novel Harry Potter memberikan pengaruh pada generasi saat ini?Â
Tidak dipungkiri meski sudah 25 tahun kepopuleran Harry Potter masih terasa hingga sekarang. Setidaknya saya melihat dari beberapa hal.Â