Makanya rasio jumlah wirausaha di Aceh sangat rendah, kalo secara nasional Indonesia masih pada angka 3%, bayangkan Malaysia sudah mencapai 5%, Singapura 7% dan bahkan Vietnam maju melejit dan tembus angka 4,5%, Â padahal negeri baru terbangun pasca perang seperti Aceh.
Ini menjadi PR kita ICMI harus merapatkan barisan bahu-membahu melahirkan gagasan dan Ide-ide Inspiratif.
Untuk mengembalikan kejayaan Aceh yang bermartabat, mimpi dan masa depan yang baik harus mendorong kembali Aceh sebagai Pusat Peradaban Islam Global.
Khususnya di South East Asia, karena kalau dilihat dari kacamata Jakarta maka Aceh menjadi daerah ujung yang terisolir.
Padahal Aceh maju tempo dulu karena Aceh berada digarda terdepan dengan anugerah sumberdaya alam dan letak geografis di selat Malaka. Â
Jika kita berkaca pada posisi tersebut Aceh berada pada posisi strategis dengan market lebih dari 2 milyar penduduk dunia.
Tentu ICMI harus mendorong lahirnya banyak pengusaha muda dengan talenta yang mengglobal di Indonesia.
Banyak pengusaha-pengusaha baru untuk kebangkitan ekonomi Aceh, kita sudah melihat gedung BSI Aceh  berdiri gagah dan menjulang tinggi.
Aceh berkomitmen dalam penegakan syariat Islam. Potensi wisata religi, dimana Aceh memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi yang menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri.
Kebangkitan ekonomi syariah di Aceh adalah fenomena yang menarik untuk diperhatikan.
Aceh sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan hukum syariah secara resmi memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah.