Saya tiba di Bakso Cak Man dan Vivit sudah sampai di sana. Ia segera mengajak saya memesan dan mulai makan sambil nunggu yang lain. Tak dinyana, teman-teman yang menyempatkan diri hadir ternyata cukup banyak.
Ada Vivit, Ken, Joko, Raymond, Sugeng, Zainuri, Lukman, Henry + istrinya. Total 10 orang duduk di bangku luar Warung Bakso Kota Cak Man cabang Suhat.
Ramelah kami berceloteh. Remaja tahun 90-an yang sekarang sudah usia jelita dan topik obrolan seputar penyakit asam urat dan kolesterol.
Ngomongin penyakit sambil menyuap bakso penuh selera hahaha...ya Allah izinkan kami cheating dulu di hari reuni tipis-tipis yang gembira.
Ketemuan dengan teman-teman lama, bercerita tanpa pretensi apapun, membuat saya fresh. Benar kata orang, silaturahmi memanjangkan umur.Â
Walaupun sebagian besar isi pembicaraan adalah tentang penyakit di usia paruh baya, namun secara umum kami senang dapat bertemu kembali setelah sekian lama. Walaupun masing-masing sudah ada jabatan yang cukup tinggi di kantornya, tidak kemudian menjadi jemawa. Masih sangat biasa seperti waktu di bangku sekolah dulu. Semua gelar dan jabatan dioff dulu dan kami menjelma menjadi sahabat SMA lagi.
Akhir kata kami berjanji kalau ada yang dari luar kota datang ke Malang, asal ngasih kabar, insyaAllah akan diadakan acara temu dadakan lagi.
Biar hanya sedikit yang datang, biar hanya reuni tipis-tipis, biar hanya makan bakso, asal dapat berbincang santai dengan sahabat lama. Itu sudah cukup. Perut kenyang, hati senang dan gembira, insyaAllah jiwa raga sehat. Aamiin yra.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H