Mohon tunggu...
Indah Novita Dewi
Indah Novita Dewi Mohon Tunggu... Penulis - Hobi menulis dan membaca.

PNS dan Penulis

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Chill and Heal Sambil Berendam Dalam Bath Up Alami Pantai Bira, Bulukumba

28 April 2023   20:41 Diperbarui: 28 April 2023   20:44 2088
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pikiran saya kosongkan, saya buang jauh-jauh segala keruwetan kerjaan kantor dan kerjaan rumah yang biasanya saling berlomba membuat saya stress. Saya benar-benar dalam kondisi santai, very-very in the condition of chill and heal.

Di kejauhan ada perahu nelayan, sesekali ada anak-anak kecil yang sedang mencari ikan hias atau bintang laut yang terjebak di sela batu karang, tapi selebihnya di sekitar saya sepi. Pengunjung yang lain ada, tapi mereka lebih memilih bermain di dekat daratan.

Saya merasa memiliki laut pribadi milik saya sendiri. Saya berendam hingga air laut mulai meninggi. Wajah saya pasti gosong tapi itu tak terlalu saya pikirkan, karena saya merasa bahagia, merasa menjadi manusia baru yang bebas stress, serta siap untuk beraktivitas kembali dengan semangat baru.

Tak usah jauh-jauh untuk mengembalikan semangat dan mencari tempat yang tepat untuk chill and heal. Kalau di Pantai Tanjung Bira saja saya bisa merasa sangat refresh seperti waktu itu, saya yakin masih banyak pantai atau tempat lain di Indonesia yang memberikan efek sama. Nggak perlu jauh-jauh, di Indonesia aja! Saya bangga berwisata di Indonesia.

Setelah puas berendam, saya kembali merapat ke pantai. Banyak lapak-lapak tempat orang menjual kelapa muda dan pisang goreng. Kamipun memesan kelapa muda dan pisang goreng sekaligus menyewa kamar mandi untuk mandi membilas pasir yang melekat di badan. Ibu penjual pisang menemani kami sambil bercerita mengenai pengalamannya yang merantau jauh dari Jawa dan akhirnya memiliki lapak di tepi Bira. 

Ternyata Bira tak cuma ramah pada pengunjung wisata, namun juga ramah pada orang-orang yang mengadu nasib mencari sesuap nasi di sana. 

Angin pantai berembus meniup lembut anak-anak rambut yang mulai mengering. Good bye, Bira. Sampai jumpa lagi, terima kasih engkau telah membuat saya segar dan bersemangat kembali. Saya pasti akan datang lagi, karena kecantikanmu telah memikat hati.**

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun