Mohon tunggu...
indah tri winarni
indah tri winarni Mohon Tunggu... Guru - https://indahtriwinarni.wordpress.com/

https://indahtriwinarni.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Film

Review Film "We Need to Talk About Kevin" Psikopat karena Ibu

24 Januari 2021   16:34 Diperbarui: 24 Januari 2021   17:13 3425
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Film. Sumber ilustrasi: PEXELS/Martin Lopez

Halo gaes, kali ini aku bakal mereview film yang menurutku bagus. Awalnya aku lagi nonton film Fantastic Beast (nonton karena Eddie Redmayne, haha), lah ternyata ada tokoh misterius yang menarik perhatianku, yaitu Ezra Miller (sebagai Credence, remaja yang memiliki kekuatan hitam). Terus gue cari deh filmnya apa saja, dan nemu film ini.

Identitas film:

Judul: We Need to Talk About Kevin

Sutradara: Lynne Ramsay
Skenario: Lynne Ramsay, Rory Stewart Kinnear
Pemain: Tilda Swinton, John C. Reilly, Ezra Miller
Tahun rilis: 2011
Durasi: 112 menit
Genre: psikologi thriller
Produksi: BBC Films

Jadi ceritanya ....

Seorang ibu bernama Eva yang melahirkan bayi laki-laki, yaitu Kevin. Ketika masa kehamilan, Eva mengalami gangguan suasana hati atau baby blues. Ia terlihat khawatir dan kecewa dengan dirinya yang hamil. Ia yang awalnya wanita bebas, sekarang menjadi istri dan akan punya anak. Hal yang dialami Eva tersebut berdampak pada anaknya yang ia lahirkan. Kevin tumbuh menjadi anak yang berbeda dengan anak lainnya. Kevin menjadi anak yang susah diatur, dan ia begitu membenci ibunya.

Eva tentunya sangat frustrasi, suaminya Franklin tidak terlalu membantu. Mungkin dengan hadirnya seorang adik akan merubah sikap Kevin, dan ternyata tidak. Celia bahkan ikut menjadi pelampiasan kenakalan kakaknya. Sampai pada fase dewasa, Kevin semakin membenci ibunya. Ia dengan jelas menampakkan perilaku psikopat. Puncaknya, ia melakukan kejahatan di sekolahnya. Ia juga membunuh ayah dan adiknya, tapi bukan ibunya.

Reviewnya...

Film We Need to Talk About Kevin termasuk film lawas yang terlambat aku tonton. Kalau film yang kubuat review, tentunya bagus (menurutku, hihi). Film ini terselip pesan yang dalam bagi seorang ibu. Di mana seorang ibu adalah pendidikan pertama bagi anaknya. Itulah mengapa peran ibu sebenarnya begitu berat.

Film ini memperlihatkan ketidaksiapan seorang wanita menjadi ibu. Ternyata, emosi negatif yang diperlihatkan kepada anak meski masih di dalam perut, sangat memengaruhi psikologi anak.

Dilansir dari alodokter.com, tidak stabilnya emosi ibu mengandung dipengaruhi oleh hormon dan stres. Itulah mengapa, seorang ibu tidak boleh banyak pikiran dan beban fisik. Karena berdampak pada janinnya. Diantaranya: 1) Menghambat pertumbuhan janin, (2) Meningkatkan risiko persalinan prematur, (3) Meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, (4) Memengaruhi temperamen bayi, dan (5) Meningkatkan risiko bayi rentan terhadap berbagai penyakit.

Dalam film ini, cerita berfokus pada temperamen bayi yang disebabkan oleh emosi ibu ketika mengandung. Kevin ketika bayi sudah memperlihatkan jika ia berbeda dengan bayi lain. Ia terus menangis. Sulit baginya untuk menerima sesuatu yang baru. Misalnya ketika ia pindah rumah dan memiliki seorang adik.

Selain itu, kevin mengalami keterlambatan kognitif. Hal itu juga yang membuat ibunya merasakan beban dengan hadirnya kevin. Sampai dewasa, Kevin tumbuh menjadi anak yang bandel di mata ibunya. Sangat jelas ketika ia menampakkan sikapnya kepada ayah dan ibunya, ia akan menurut jika ayah yang menyuruh.

Sikap Kevin tersebut sebenarnya bukanlah benci terhadap ibunya. Ia hanya ingin mencari perhatian kepada ibunya. Ia sayang dan berharap ibunya memahami. Terbukti di akhir film, Kevin hanya membunuh ayah dan adiknya, tidak dengan ibunya.

Sumpah, peran Ezra di sini cocok banget menurutku. Ia pantes gitu jadi psikopat. Dari ceritanya sudah bagus karena mengandung pesan untuk masyarakat, khususnya seorang ibu. Hanya saja, rada janggal dengan alasan Kevin begitu membenci ibunya. Oke, mungkin karena emosi ibunya ketika mengandung dan memengaruhi psikologi Kevin. Tapi, sayangnya alasan tersebut tak diceritakan dengan mendetail, yang membuat penonton bertanya-tanya sampai film selesai (Apa mungkin cuma aku doang? Hehe)

Itulah film We Need to Talk About Kevin yang masih belum bisa membuatku move on (khususnya pada pemainnya yang cocok banget jadi psikopat. Lol). Kalian bisa mengambil banyak pesan yang kemudian diterapkan dalam masyarakat. Selamat menonton.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun