Mengutamakan Nilai Tambah
Pelanggan lebih cenderung membeli barang ekstra jika mereka menerima nilai. Dalam situasi ini, Anda dapat memberi mereka detail lebih lanjut tentang manfaat item tambahan ini, seperti biaya diskon, dan penawaran khusus. Anda harus mengetahui keunggulan produk, dan program promosi yang signifikan untuk menjadi vendor yang sukses.
3. Memanfaatkan Prinsip Emotional Marketing
Teori pemasaran emosional dapat membantu Anda menumbuhkan perasaan yang menyenangkan di benak klien potensial. Misalnya, sebuah bisnis dapat mendorong calon pelanggan untuk berbelanja sekaligus menyumbangkan uang kepada lembaga atau perseorangan yang membutuhkan.
Karena mereka mampu mengirimkan energi positif kepada seluruh konsumennya dengan mengajak mereka membeli sambil berdonasi, maka bisnis yang sudah berjalan juga akan diuntungkan.
4. Membuat Barang Tampak Eksotis
Membuat barang yang dipasarkan seolah-olah stoknya sedikit sehingga langkah adalah taktik psikologi pemasaran berikutnya. Karena hal tersebut banyak orang yang tertarik, calon pelanggan dapat bersaing untuk mendapatkannya sebelum terjual habis.
Jika penjualan Anda menggunakan platform e-commerce. Stok harus ditambahkan secara bertahap untuk menciptakan kesan bahwa produk hampir habis.
Pilihan lainnya adalah membubuhkan label "edisi terbatas" atau "limited edition" pada suatu produk untuk memberikan kesan mahal dan tidak mudah didapatkan dipasaran.
5. Memanfaatkan Teori Decoy Effect
Sebenarnya, istilah "efek pemikat" atau "decoy effect" agak umum di bidang psikologi pemasaran. Decoy Effect akan memberikan tiga tingkatan harga dalam upaya meningkatkan belanja pelanggan.