Suatu hari, setelah praktek sholat, Haryono menghampiri Hans. "Hans, kamu kok sekarang sering ke rumah sama Ani?Â
Hans tersipu. "Maaf, Har... Aku cuma pinjam sarung dari Ani, praktek sholat."
Ipung menambahkan, "Tapi rasanya kamu lagi modus ke ani, Hans?"
Hans tersipu malu, dan teman - temannya tertawa melihat Hans yang salah tingkah.
Sigit ikut komentar. "Kita ngerti, Hans. Tapi jangan kelamaan bisa bahaya."
Hans tersenyum. "Aku tahu batasnya, broo. Ayoo.. buruan ke markas, warung koboi sudah menunggu,tuh...."
Hans juga mulai lebih serius dalam mengikuti praktek sholat. Ia merasa bahwa ini adalah cara yang baik untuk menghargai bantuan Ani dan memperbaiki dirinya sendiri.
Suatu hari, setelah praktek sholat, Hans mengembalikan sarung ke rumah Ani seperti biasa. Namun, kali ini Ani memiliki kejutan untuknya.
"Hans, aku punya sesuatu untukmu," kata Ani sambil tersenyum misterius.
"Apa itu, An..?" tanya Hans penasaran.
Ani mengeluarkan sebuah sarung baru dari dalam tasnya. "Ini untuk kamu, Hans. Aku tahu kamu sering pinjam sarungku, jadi aku belikan yang baru untuk kamu sendiri."