Saya sendiri termasuk tak sepakat dengan aturan mengedepankan head to head jika dua tim dalam sebuah grup di kejuaraan memiliki nilai sama di klasemen akhir.
Mengapa tak sepakat? Sederhana saja. Pembentukan grup adalah ajang mempertemukan semua tim di grup itu. Maka ketika ada dua tim memiliki nilai sama, yang harus dikedepankan adalah performa tim melawan semua anggota grup dan mengedepankan penghitungan selisih gol adalah yang tepat.
Penentuan dengan mengedepankan selisih gol adalah cara paling representatif untuk mengetahui performa setiap tim melawan semua tim di satu grup.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI