Mohon tunggu...
Ikrom Zain
Ikrom Zain Mohon Tunggu... Tutor - Content writer - Teacher

Hanya seorang pribadi yang suka menulis | Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

'Night at The Museum', Seberapa Efektif Menarik Masyarakat untuk Berkunjung ke Museum?

16 Juli 2024   08:00 Diperbarui: 16 Juli 2024   08:04 77
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Teatrikal perlawanan Arek-arek Suroboyo yang juga memuat kisah romantis. - Dokpri

Beberapa waktu yang lalu, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta membuka kembali layanan kunjungannya.

Yang menarik, museum tersebut membuka layanan pada malam hari. Jika biasanya museum tutup sekitar pukul 3 hingga 4 sore, maka pada pembukaan layanan malam tersebut, museum buka hingga pukul 8 malam. Bahkan, pada hari tertentu museum dibuka sampai pukul 10 malam.

Tidak hanya Museum Benteng Vredeburg, Museum Tugu Pahlawan Surabaya juga beberapa kali membuka museum sampai malam. Tak hanya membuka sampai malam, pengelola museum juga menampilkan teatrikal seputar perang revolusi fisik di Surabaya beserta pasar malam yang digelar di pelataran museum. Beberapa museum lain juga mulai membuka layanan kunjungan sampai malam hari.

Pembukaan layanan kunjungan museum saat malam hari atau sering dikenal sebagai Night at The Museum ini memang patut diapresiasi. Paling tidak, ada upaya untuk meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi museum. Biasanya, jam kunjungan museum yang terbatas membuat masyarakat tidak bisa berkunjung ke museum terutama bagi mereka yang pagi hingga sore hari masih beraktivitas.


Kunjungan museum saat malam hari bisa menjadi opsi yang dipilih para pekerja atau siswa untuk melihat koleksi dalam museum selepas mereka beraktivitas. Kunjungan ke museum pun juga bisa dilakukan pada hari biasa (weekdays) dan tak perlu menunggu saat akhir pekan (weekend).

Tentu, kunjungan museum pada malam hari akan terasa berbeda jika dibandingkan pada pagi atau siang hari. Walau ada kesan menyeramkan dan mistis, tetapi kenikmatan untuk mendalami peristiwa sejarah yang tergambarkan pada koleksi museum bisa dilakukan lebih baik. Terlebih, jika peristiwa sejarah tersebut terjadi saat malam hari.

Museum date, fenomena yang kini mulai digandrungi anak muda. - Dokpri
Museum date, fenomena yang kini mulai digandrungi anak muda. - Dokpri

Night at the Museum juga kini menjadi tren museum date bagi pasangan yang akan bertemu atau berkencan. Terlebih, jika tempat-tempat kencan seperti mall, kafe, atau taman sudah dirasa membosankan. Maka, mengunjungi museum saat malam hari bisa jadi pilihan bagi pasangan. Selain menikmati suasana malam, kadang ada peristiwa romantis seputar kisah para pahlawan yang harus meninggalkan pasangan dan keluarganya untuk berlaga di medan perang.

Teatrikal perlawanan Arek-arek Suroboyo yang juga memuat kisah romantis. - Dokpri
Teatrikal perlawanan Arek-arek Suroboyo yang juga memuat kisah romantis. - Dokpri

Perhalan tapi pasti, Night at the museum mulai dilirik banyak wisatawan. Saat mencoba berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg, saya pun takjub dengan antusias wisatawan yang berjalan-jalan ke Malioboro untuk masuk ke area museum. Apalagi, saat itu tiket gratis masih diberlakukan. Orang-orang pun berduyun-duyun untuk masuk ke museum hingga harus antre cukup panjang.

Pengunjung yang memenuhi Museum Benteng Vredeburg. - Dokpri
Pengunjung yang memenuhi Museum Benteng Vredeburg. - Dokpri

Kondisi serupa juga terjadi di Museum Tugu Pahlawan Surabaya. Biasanya, museum ini cukup sepi pengunjung. Namun, saat Night at the Museum diberlakukan, maka warga berbondong-bondong untuk datang. Padahal, warga harus membayar dua kali, yakni untuk masuk ke area Tugu Pahlawan dan masuk ke area museum.

Adanya pasar kuliner di area lapangan Monumen Tugu Pahlawan membuat banyak orang tertarik berkunjung. - Dokpri
Adanya pasar kuliner di area lapangan Monumen Tugu Pahlawan membuat banyak orang tertarik berkunjung. - Dokpri

Fenomena ini menyiratkan sebenarnya meski gratis atau berbayar, museum masih bisa diminati warga. Selama ini, ada persepsi bahwa tiket museum yang murah atau bahkan gratis membuat masyarakat merasa kondisi museum tidak akan menarik dibandingkan tempat lainnya. Nyatanya, gratis atau berbayar pun minat masyarakat mengunjungi museum saat malam hari masih tinggi.

Akan tetapi, minat masyarakat yang tinggi untuk mengunjungi museum pada malam hari tidak dibarengi dengan konsep pembelajaran sejarah yang menarik di dalam museum. Sebagian besar masyarakat masih bertujuan untuk mencari spot foto dan membuat konten estetik di dalam museum. Bukan untuk belajar sejarah dari benda-benda yang ada dalam museum.

Spot foto menarik masih menjadi daya tarik orang-orang berkunjung ke museum . - Dokpri
Spot foto menarik masih menjadi daya tarik orang-orang berkunjung ke museum . - Dokpri

Pada Museum Benteng Vredeburg misalnya, ada beberapa koleksi museum yang menjadi rebutan untuk dijadikan obyek foto. Beberapa pengunjung cukup abai dengan larangan memegang benda atau menginjak rumput. Saya juga tak menemukan petugas di dalam museum yang menjaga ketertiban agar pengunjung tetap mematuhi aturan.


Kondisi yang berbeda saya temukan pada Museum Tugu Pahlawan. Di sana, ada beberapa petugas yang standy by menjaga beberapa koleksi museum. Mereka juga mengarahakan pengunjung jika mau melihat pemutaran film seputar perjuangan Arek-Arek Suroboyo secara gratis. Beberapa kali mereka juga memperingatkan pengunjung jika memegang benda bersejarah yang memang dilarang untuk disentuh.

Seorang petugas Museum Tugu Pahlawang sedang berjaga dan menjelaskan koleksi museum pada pengunjung. - Dokpri
Seorang petugas Museum Tugu Pahlawang sedang berjaga dan menjelaskan koleksi museum pada pengunjung. - Dokpri

Petugas tersebut juga menjawab pertanyaan dari para pengunjung seputar peristiwa sejarah yang terjadi dari benda yang dipajang. Mereka pun juga informatif memberikan alternatif museum di Surabaya lainnya yang menampilkan barang koleksi dengan cerita yang masih berhubungan dengan kisah sejarah benda-benda yang dipamerkan di Museum Tugu Pahlawan.

Padahal, beberapa benda dan cerita yang tersaji di Museum Benteng Vredeburg juga masih ada yang berkaitan dengan museum lainnya di Yogyakarta. Semisal, peristiwa kebangkitan nasional yang benda peninggalannya masih tersimpan rapi di Museum Perjuangan Yogyakarta.

Para pengunjung Museum Benteng Vredeburg yang sedang melihat diorama. Tidak banyak petugas yang berjaga di area dalam museum. - Dokpri
Para pengunjung Museum Benteng Vredeburg yang sedang melihat diorama. Tidak banyak petugas yang berjaga di area dalam museum. - Dokpri

Jika pengelola museum bisa lebih infromatif, maka sebenarnya mereka bisa membuat pengunjung bisa lebih tertarik dan menggali lebih dalam untuk mengunjungi museum lainnya. Bagaimanapun, sebenarnya antara satu museum dengan museum lain sebenarnya masih ada keterkaitan, terutama yang menyimpan benda bersejarah pada masa yang hampir bersamaan.

Konsep yang lebih tertata dan menarik pada Night at The Museum diharapkan bisa lebih menarik kunjungan wisatawan. - Dokpri
Konsep yang lebih tertata dan menarik pada Night at The Museum diharapkan bisa lebih menarik kunjungan wisatawan. - Dokpri

Meski demikian, pembukaan museum pada malam hari di kedua museum ini patut diapresiasi. Paling tidak, ada keseriusan dari pengelola museum agar kunjungan museum meningkat. Tidak hanya itu, pembukaan museum pada malam hari juga bisa menjadi wawasan bahwa peristiwa sejarah sejatinya tidak hanya terjadi saat pagi hingga sore hari, tetapi juga saat malam menjelang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun