Mohon tunggu...
Ikbar Raihan Rasyiq
Ikbar Raihan Rasyiq Mohon Tunggu... Mahasiswa - Membicarakan apapun tentang sosial dan kejahatan

Masih belajar

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Noble Cause Corruption: Ketika Korupsi Seolah Bisa Dibenarkan

31 Januari 2025   16:52 Diperbarui: 31 Januari 2025   16:52 32
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Meskipun tampak berbeda dari korupsi konvensional yang dilakukan demi kepentingan pribadi, noble cause corruption tetap berbahaya bagi sistem hukum dan keadilan. Justifikasi terhadap tindakan ilegal dapat membuka celah bagi penyalahgunaan kekuasaan yang semakin luas. Jika aparat hukum, politisi, atau organisasi mulai menganggap bahwa tujuan "menghalalkan segala cara", maka batasan antara yang benar dan yang salah akan menjadi kabur. Oleh karena itu, noble cause corruption adalah tindakan yang tidak bisa dinormalisasi karena berpotensi merusak fondasi sistem hukum dan melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun