Namun, tetap saja, saat deadline adalah saat penuh ketegangan dimana waktu berputar begitu cepat, kadang sampai lupa makan dan sedikit istirahat. Ini yang membuat para blogger dan penulis sering terkena gaya hidup sedentary yaitu lebih banyak berhadapan dengan gadget, sikap tubuh yang kurang baik, pola makan dan pola hidup juga tidak teratur.Â
Akibatnya? Tentu banyak penyakit menghampiri, ada obesitas, naiknya kadar gula darah, kolesterol, asam urat, hingga jantung. Yang ringan sih misalnya nyeri sendi dan pusing. Ya enggak ringan juga sih, soalnya kalau sudah sampai migraine berarti sudah cukup serius.
Saya menyiasatinya dengan mencoba tetap menjalani work-life balance, menekuni hobi lain misalnya memasak, menekuni passion lain seperti mengurus homeschooling dan cat shelter, tetap bergaul dalam komunitas, makan dan tidur cukup, dan…tetap berbahagia serta bersyukur. Dalam kesempitan hidup seperti apapun, jangan lupa tetap mensyukuri apa yang sudah diberikan Tuhan dan tetaplah berbahagia.
Jangan lupa juga untuk memproteksi diri dengan asuransi, seperti yang ditawarkan oleh FWD Life, sebab biaya kesehatan selalu tidak bisa dibilang murah. Apalagi buat freelancer kayak saya ini, yang kadang uangnya ada dan seringnya sih ada tapi ngepas. Pas butuh pas lagi ada, Alhamdulillah.Â
Gaya hidup blogger dan penulis freelance memang tidak bisa dibilang sehat, apalagi deadliner garis keras seperti saya, maka itu selalu sedia payung sebelum hujan. Sedia asuransi kesehatan dan proteksi diri sebelum sakit. Sumpah, sakit itu mahal dan enggak enak, ya.
Yuk rasakan bahagianya bekerja sesuai passion, berani ambil langkah untuk ke sana. Selamat datang di dunia yang membebaskan langkah anda, namun tetap ingat untuk work-life balance.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H