Mohon tunggu...
M. Aprian Zaidane
M. Aprian Zaidane Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya Adalah Seorang Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Politik

Kampanye Politik Calon Walikota Bekasi dalam Pilkada Serentak Tahun 2024 Melalui Media

6 Januari 2025   01:44 Diperbarui: 6 Januari 2025   01:44 131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pasangan Uu-Nurul, melalui tim kampanye mereka, tidak tinggal diam. Mereka mengambil langkah-langkah untuk mengklarifikasi isu-isu yang salah dan memberikan penjelasan yang lebih jelas kepada masyarakat. Misalnya, mereka sering melakukan klarifikasi langsung melalui video atau postingan yang mengoreksi berita palsu yang beredar. Dengan cara ini, mereka berusaha menjaga citra positif dimata pemilih.

  • Iklan Berbayar dan Jangkauan Pesan

Tak hanya mengandalkan konten organik, pasangan ini juga memanfaatkan iklan berbayar di media sosial, terutama di Facebook dan Instagram. Iklan berbayar ini memungkinkan mereka untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan lebih tersegmentasi, sesuai dengan target pemilih yang mereka tuju. Hal ini sangat berguna untuk menyampaikan pesan-pesan penting yang perlu diketahui oleh masyarakat dalam waktu singkat.Melalui iklan berbayar, pasangan Uu-Nurul bisa mengatur target audiens berdasarkan demografi, minat, atau bahkan lokasi geografis, yang tentu saja lebih efisien dibandingkan dengan iklan tradisional.

Kesimpulan

Pasangan Uu Saeful Mikdar dan Nurul Sumarheni telah memanfaatkan media sosial dengan baik untuk mengkampanyekan diri mereka dalam Pilkada Serentak 2024. Melalui platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, mereka berhasil menjangkau pemilih, terutama dari kalangan muda, dengan pesan-pesan yang lebih personal dan interaktif. Meski menghadapi tantangan seperti hoaks dan disinformasi, pasangan ini berhasil menghadapinya dengan melakukan klarifikasi dan menjaga komunikasi yang baik dengan pemilih. Penggunaan iklan berbayar juga menjadi strategi yang efektif untuk memperluas jangkauan pesan kampanye mereka. Secara keseluruhan, kampanye media sosial ini dapat menjadi contoh bagi calon-calon lainnya dalam memanfaatkan new media untuk memperkenalkan diri mereka kepada masyarakat.

Daftar Pustaka

Fisip Unisri. (2024). Peran Media Sosial dalam Kampanye Politik. Diakses dari https://fisip.unisri.ac.id/peran-media-sosial-dalam-kampanye-politik.

JKN Unitri. (2023). Debat Publik Calon Walikota Bekasi 2024: Misi dan Visi Pasangan Uu Saeful Mikdar dan Nurul Sumarheni. Diakses dari https://jkn.unitri.ac.id/index.php/jkn/article/download/442/122.

Rajakomen. (2024). Strategi Kampanye Politik melalui Media Sosial: Mengoptimalkan Iklan Berbayar dalam Pilkada Serentak 2024. Diakses dari https://rajakomen.com/blog/strategi-kampanye-politik-melalui-media-sosial.

Tempo. (2024). Strategi Kampanye Politik di Media Sosial untuk Ungkit Elektabilitas Kandidat. Diakses dari https://www.tempo.co/info-tempo/strategi-kampanye-politik-di-media-sosial-untuk-ungkit-elektabilitas-kandidat-13082.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun