Kondisi ini menunjukkan bahwa marketplace dianggap kurang tegas dalam menangani masalah pembajakan buku.Â
Saat ini penjual yang diduga terlibat dalam pembajakan buku di marketplace masih hanya mendapatkan teguran atau penurunan produk sebagai sanksi.
Jika lokapasar di Indonesia mau mengambil pendekatan yang lebih serius terhadap pembajakan, maka penindakan terhadap pelaku harus lebih tegas dan berdampak signifikan.Â
Langkah-langkah yang dapat diambil antara lain adalah penghapusan akun pelaku pembajakan dan memasukkan KTP mereka ke dalam daftar hitam, sehingga mereka tidak dapat lagi melakukan aktivitas jual-beli di platform tersebut.Â
Dengan mengambil tindakan yang tegas seperti ini, akan ada efek jera yang lebih kuat dan pelaku pembajakan akan berpikir dua kali sebelum melanggar hak cipta.
toko buku @mabookoutletcom berhasil bertahan hingga saat ini.
Sebagai penjual di lokapasar, saya telah menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan bisnis. Namun syukur alhamdulillah,
Berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya melihat bahwa kebanyakan pembeli buku di marketplace telah kehilangan kepercayaan terhadap keaslian produk, terutama ketika berhubungan dengan toko-toko kecil seperti kami.Â
Pertanyaan seputar keaslian produk seperti "Apakah produk ini original?" seharusnya tidak lagi menjadi hal yang sering muncul dalam pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) di lokapasar.Â
Saya sendiri merasa jenuh harus menjawab pertanyaan tersebut berulang kali, meskipun sudah jelas tertera label [ORI] pada judul produk yang kami tampilkan.Â
Kehilangan kepercayaan konsumen terhadap keaslian produk di marketplace adalah masalah yang serius dan mempengaruhi penjualan kami. Â Sayangnya, para konsumen telah terpengaruh oleh "psikologi murah" yang tertanam dalam pikiran mereka karena terbiasa membeli produk yang tidak original.Â
Hal ini menyebabkan ketika mereka mempertimbangkan untuk membeli produk original, mereka cenderung merasa bahwa harga tersebut "terlalu mahal" atau tidak sebanding.