Mungkin bagi kita sedetik adalah waktu yang sangat sebentar. Tapi di Formula 1, ketika Anda melaju di kecepatan 200km/jam, berarti per detik Anda telah melampai jarak lebih dari 55 meter. Kalau selisih waktu 1,4 detik bisa jadi Anda berada 100 meter di depan lawan.
Dan itulah yang terjadi pada Senna dan Prost.
Tapi pada lap 67 Senna menabrak dinding pembatas. Ada beberapa versi yang membahas tentang kenapa Senna sampai menabrak.Â
Pada salah satu sumber menyebutkan, Senna di perintahkan untuk memelankan laju mobil oleh Ron Dennis, team principal saat itu. Sementara sumber lain mengatakan bahwa Senna Nervous karena tiba-tiba Prost mendekat. Apappun itu, yang jelas Senna hilang fokus saat menabrak.
Selepas kejadian Senna 'ngambek' dan balik ke hotel tempatnya menginap. Senna baru bicara dengan tim dua hari kemudian.
Dan akibatnya, Senna di kritik banyak pihak, tak terkecuali penggemar Formula 1. Mereka mengatakan, masak gara-gara hal kayak gitu saja sampai marah.
Sejak saat itu, laksana bersumpah, Senna tak pernah sekalipun kalah di Monako sampai akhir hayat, terhitung tahun 1989, 1990,1991,1992 dan terakhir menang 1993. Kejadian 1988 membuat Senna mempelajari sedetildetilnya sirkuit jalan raya  ini.
Senna secara brilian menaklukkan Monako. Membalap disini dibutuhkan kesabaran ekstra karena kondisi sirkuit yang sempit dan banyaknya belokan mengharuskan pembalap sesedikit mungkin menggerakkan stir selain untuk keperluan menikung.
Celakanya, kebanyakan Rookie cenderung 'gugup' disini. Padahal, kalau mau belajar, bahwa pada kejadian 1988 penyebab Senna menabrak adalah karena gugup, maka mereka akan berusaha setenang mungkin membalap disini.
KESIALAN PEMBALAP TUAN RUMAH.Â
Berbanding terbalik dengan Senna, Charles Leclerc, pembalap Ferrari yang justru selalu sial disini. Menanggapi hal itu, Leclerc menyanggah, bahwa dia tak percaya takhayul. Dia beranggapan itu hanya soal teknis saja.