Golongan Murji'ah berpendapat bahwa yang terpenting dalam kehidupan beragama adalah aspek iman dan kemudian amal. Jika seseorang masih beriman berarti dia tetap mukmin, bukan kafir, kendatipun ia melakukan dosa besar. Adapun hukuman bagi dosa besar itu terserah kepada Allah, akan ia ampuni atau tidak. Pendapat ini menjadi doktrin ajaran Murji'ah.
Doktrin-doktrin firqoh Murji'ah secara umum:
- Penangguhan hukum pada orang Islam yang berdosa besar atau kecil sampai hari kiamat dan hanya Allah yang berhak menghukumnya.
- Tidak  boleh mengkafirkan seseorang, walau melakukan dosa besar selama masih memeluk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat.
- Iman sebagai Aqidah yang terletak di dalam hati.
- Dosa dan maksiat tidak menghilangkan iman seseorang. Ia masih mukmin dan berhak masuk surga
Sekte Murji'ah
Para ahli lazim membedakan kaum Murji'ah ini dalam dua golongan, yaitu Murji'ah moderat dan Murji'ah ekstrem. Pembagian ini didasarkan kepada pendapat mereka tentang iman dalam hubungannya dengan amal. Seluruh Murji'ah sepakat bahwa kemaksiatan pada dasarnya tidak menghapus amal.
Golongan moderat berpendapat bahwa pelaku dosa besar tidak kafir dan tidak kekal dalam neraka. Ia akan dihisap nanti diakhirat, mungkin dihukum dalam neraka sesuai dengan dosanya dan mungkin pula diampuni sehingga tidak masuk neraka. Pendapat ini identik dengan pandangan mayoritas muslimin.
Adapun golongan Murji'ah ekstrem :
Al-Jahmiyah, pengikut Jahm Ibn Shafwan, berpendapat bahwa orang yang telah beriman melalui hati tidak akan menjadi kafir, walaupun secara lisan ia menyatakan kekufuran atau dalam tindakan ia menyembah berhala, melaksanakan ajaran agama Yahudi dan Nasrani, dan menyembah salib. Orang yang demikian bila mati, ia tetap mati dalam keadaan beriman dan menjadi penghuni surga.