Mohon tunggu...
Hery Sinaga
Hery Sinaga Mohon Tunggu... Administrasi - Pegawai Negeri Sipil

-Penulis konten -saat ini sedang suka-sukanya menggeluti public speaking -Sedang menyelesaikan buku motivasi -karya novel : Keluargaku Rumahku (lagi pengajuan ke penerbit)

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Memilih Pekerjaan dengan Pendekatan Passion atau Jurusan, Mana Lebih Baik?

30 Maret 2021   15:27 Diperbarui: 31 Maret 2021   03:13 1083
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Karena ada kata bijak yang mengatakan bahwa segala sesuatu terjadi bukan dengan kebetulan, namun ada kuasa yang menghendaki itu terjadi dan kita alami demi satu tujuan mulia dan hikmah yang akan kita dapat.

kelaspintar.id
kelaspintar.id

Pendekatan Passion atau Jurusan

Setelah lulus dari universitas dan bersiap memasuki fase mencari pekerjaan, penting untuk mempertimbangkan pendekatan yang harus diambil apakah pendekatan passion atau sesuai dengan bakat dan minat kita ataukah dengan pendekatan jurusan kita membatasi pekerjaan kita dengan latar jurusan yang kita miliki.

Hal ini bertujuan agar nantinya ketika sudah mendapatkan pekerjaan tidak memberikan kebosanan atau kejenuhan yang pada akhirnya membuat kita menjadi kutu loncat dalam dunia kerja karena tidak merasa betah dalam satu pekerjaan.

Dengan kata lain bisa saja pekerjaan itu sesuai dengan jurusan, namun tidak sesuai dengan passion yang Anda miliki, sehingga pada akhirnya merasa bosan karena tidak mencintai pekerjaan Anda hingga berujung kepada tindakan mengundurkan diri dari pekerjaan.

Seperti yang dialami oleh teman saya Simon, ketika itu dia mencari pekerjaan dengan pendekatan sesuai dengan jurusannya yaitu jurusan manajemen.

Pada tahun 2010, dia mencoba melamar pekerjaan sebagai fasilitator kabupaten Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) untuk penempatan di Kabupaten Samosir. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, akhirnya dia lulus dan diterima bekerja sebagai fasilitator kabupaten untuk wilayah Kabupaten Samosir.

Singkat cerita setelah menjalani pekerjaannya sebagai fasilitator kabupaten untuk beberapa tahun lamanya, ternyata timbul rasa jenuh dan bosan dalam dirinya karena menyadari bahwa pekerjaannya saat itu tidak membawa kenyamanan dalam dirinya. 

Belum lagi dinamika pekerjaan yang begitu pelik membuat dia menjadi semakin tidak nyaman.

Pada akhirnya dia sadar, bahwa pekerjaannya itu tidak sesuai dengan passion yang dimilikinya walaupun sesuai dengan jurusannya.

Pada tahun 2014, akhirnya dia mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai fasilitator kabupaten walaupun penghasilan gaji yang dia dapat setiap bulannya cukup lumayan berkisar diantara 5--6 juta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun