Â
Kunjungan Benteng Fort Rotterdam
[caption caption="Maket Benteng Rotterdam (dok:Pribadi)"]
[caption caption="Penampakan Benteng Rotterdam"]
Tempat wisata kedua yang kami kunjungi adalah Benteng Fort Rotterdam atau orang Makassar biasa menyebutnya benteng Payyua yang merupakan benteng pertahanan rakyat Makassar terhadap penjajahan Belanda. Saat kami tiba di sana, kami bertemu dengan seorang pemandu wisata yang bercerita banyak tentang sejarah dibalik Benteng Rotterdam ini. Menurut Beliau, nasib baik tak berpihak pada pemerintaH Makassar kala itu sehingga benteng ini jatuh di tangan Belanda dan alhasil membuat  benteng ini berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan rempah-rempah di Indonesia bagian Timur.Namanya pun berubah dari Benteng Ujung Pandang menjadi Benteng Fort Rotterdam. Nama ini pemberian Cornelis Spellman untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda
[caption caption="Bincang-Bincang Dengan Pemandu Wisata"]
Bentuk benteng ini berbentuk penyu. Usut punya usut, ternyata tak asal-asalan loh dibuat seperti ini. Filosofinya bahwa penyu itu bisa hidup di darat dan lautan sehingga diharapkan pemerintahan bisa berjaya di lautan maupun daratan.
Di tempat ini, kita bisa menjumpai peninggalan sejarah di dua museum yaitu I Lagaligo Sejarah dan I Lagaligo Budaya. Ada juga beberapa peristiwa terjadi di tempat ini salah satunya yaitu sebagai ruang tahanan Pangeran Diponegoro.
Betapa serunya petualangan menjelajah dua wisata sejarah di Kota Makassar. Kami bisa mendapat informasi tentang perjuangan para pemimpin masa lalu, peninggalan sejarah dan budaya dan juga riwayat singkat alasan berdirinya destinasi wisata ini.
Jadi tak ada salahnya belajar dan berkunjung di kedua destinasi wisata ini karena mempermudah dan memperkaya pemahaman kita tentang sejarah daripada mempelajarinya langsung dari buku-buku sejarah.
Â