Mohon tunggu...
AKIHensa
AKIHensa Mohon Tunggu... Penulis - PENSIUNAN sejak tahun 2011 dan pada 4 Mei 2012 menjadi Kompasianer.

KAKEK yang hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Malangnya Manchester City Ditahan Chelsea di Etihad Stadium dan Digeser Arsenal

18 Februari 2024   04:27 Diperbarui: 18 Februari 2024   07:22 384
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rodri pencetak gol penyelamat bagi skuad Manchester City untuk menyamakan kedudukan 1-1 lawan Chelsea (Foto Skysports). 

Manchester City terhindar dari kekalahan dalam laga pekan ke-25 Premier League menghadapi The Blues Chelsea di Etihad Stadium, Minggu (18/2/24) dini hari WIB. 

Rodri menjadi penyelamat bagi skuad asuhan Pep Guardiola ketika tendangan kerasnya berhasil menjebol gawang Chelsea untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1, hanya 7 menit sebelum laga berakhir. 

Gol tersebut membatalkan keunggulan Chelsea 1-0 berkat gol mantan pemain City, Raheem Sterling pada 3 menit sebelum turun minum. 

Namun dengan hasil ini The Citizens harus kehilagan 2 poin krusial untuk menempel posisi Liverpool yang kokoh di puncak klasemen. City hanya meraih satu poin menjadi 53 poin. 

Skuad City harus tergeser posisinya oleh Arsenal dengan 55 poin, yang dalam laga sebelumnya menang telak 5-0 atas tuan rumah Burnley. 

Manchester City dengan 53 poin masih memiliki tabungan satu laga, tetapi mereka tidak akan bisa melampaui perolehan poin Liverpool (57 poin) jika memenangkan laga tunda. Mereka hanya mampu menggeser Arsenal (55 poin) dari posisi kedua. 

Bermain imbang di Etihad Stadium merupakan kerugian besar bagi Manchester City karena mereka kehilangan dua poin berharga. Mereka kini tertinggal dalam perburuan gelar musim ini. 

City butuh jumlah poin yang menjamin mereka tetap mampu bersaing dengan Liverpool yang saat ini kokoh di puncak klasemen dengan 57 poin.

Tiga poin tambahan bagi Liverpool, mereka dapatkan dari kemenangan The Reds 4-1 atas tuan rumah Brentford di Gtech Community Stadium, Brentford. 

Dalam laga malam itu, performa City sangat mengecewakan terutama pada babak pertama. Erling Haaland benar-benar tersandera pemain belakang Chelsea. Beberapa peluang emasnya baik dari kakinya maupun dari sundulan kepalanya harus sia-sia. 

Beberapa kali umpan matang akurat dari Kevin de Bruyne tidak mampu diselesaikan dengan baik oleh Erling Haaland. 

Pada akhir babak kedua, untung saja ada Rodrigo yang berhasil memanfaatkan bola rebon di kotak penalti, menjadi gol penyama kedudukan. 

Pada laga malam itu, kedua manajer melakukan dua perubahan. Pep Guardiola memasukkan Kevin De Bruyne dan Kyle Walker menggantikan Matheus Nunes dan John Stones sebagai starter. 

Sementara manajer Chelsea, Maurico Pochettino memasukkan Levi Colwill dan Raheem Sterling menjadi starter  menggantikan Thiago Silva dan Noni Madueke. 

Laga baru berjalan 12 menit sudah hadir sebuah peluang emas bagi tuan rumah City. Namun Erling Haaland menyia-nyiakan peluang besar untuk membuka keunggulan tersebut. Sundulannya dari umpan silang Julian Alvarez, gagal menjadi gol. 

Chelsea juga memiliki peluang emas, sepuluh menit kemudian, ketika Nicolas Jackson memanfaatkan umpan silang datar Malo Gusto, namun sentuhan pertama sang striker Chelsea tersebut tidak mapu menundukkan kiper City, Ederson. 

Akhirnya The Blues Chelsea berhasil memecah kebuntuan pada tiga menit sebelum jeda berkat gol Raheem Sterling. 

Berawal dari pergerakkan Nicolas Jackson yang berlari ke kanan sebelum memberikan asis bola kepada Raheem Sterling. 

Mantan winger City ini memotong arah bola ke dalam untuk melewati Kyle Walker dan menemukan tendangan sudut jauh ke gawang bekas timnya. 

Chelsea unggul satu gol hingga turun minum. Momen itu berarti skuad City tertinggal di kandang sendiri pada babak pertama untuk pertama kalinya dalam 13 bulan. 

Pada babak kedua kembali City memiliki peluang dari tendangan bebas. Namun Kevin de Bruyne, tendangan bebasnya masih melambung di atas mistar. 

Selama babak kedua tersebut serangan City mulai gencar mengepung gawang Chelsea. Sebuah tembakan jarak dekat dari Haaland berhasil diblok oleh Levi Colwill.

Begitu pula ada momen ketika kiper Chelsea, Djordje Petrovic melakukan penyelamatan gemilang di tiang dekat untuk menggagalkan upaya Haaland setelah tendangannya dibelokkan oleh Disasi.

Itu merupakan tembakan ketujuh Erling Haaland pada pertandingan tersebut. Merupakan jumlah terbanyak yang nihil menjadi gol dalam satu pertandingan Premier League. 

Erling Haaland malam itu benar-benar mati kutu tidak berkutik. Ketajamannya dalam mencetak gol seakan-akan hilang diredam oleh pertahanan Chelsea. 

Selama babak kedua, tuan rumah City menguasai permainan untuk mengejar gol. Sehingga skuad The Blues hanya mampu melakukan serangan balik. 

Namun gol penyeimbang tidak kunjung datang membuat Guardiola mulai kebingungan. Erling Haaland kembali menyia-nyiakan peluang besar lainnya mencetak gol. 

Momen itu terjadi ketika De Bruyne menemukan rekan satu timnya tersebut dengan umpan silang kaki kirinya. Bola tepat mengarah ke kepala Haaland. 

Namun sundulan Haaland dari jarak relatif dekat masih melambung di atas mistar gawang Chelsea yang dikawal kiper Petrovic. 

Malam itu secara total, pemain asal Norwegia itu sudah melepaskan 10 tembakan dalam pertandingan tersebut. Merupakan tembakan terbanyak yang pernah dia lakukan dalam satu pertandingan Premier League. 

Untung saja ada sosok Rodri yang berhasil melepaskan tembakan keras untuk menjadi gol penyelamat dari kekalahan Manchester City. 

Setelah upaya Kyle Walker diblok, bola jatuh ke tangan pemain Spanyol itu dan tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti yang berbelok arah menjebol gawang Petrovic pada menit ke-82.

Masih ada waktu tersisa untuk City yang berusaha keras untuk mencetak gol kemenangan. Termasuk ada momen ketika mereka menuntut penalti pada menit keempat masa tambahan waktu setelah bola mengenai lengan Colwill. 

Namun hasil review VAR menunjukkan momen tersebut tidak menggambaran pelanggaran di area penalti sehingga tidak ada hukuman penalti. 

Dengan hasil imbang ini, Chelsea kembali ke peringkat 10 dengan 35 poin setelah Wolverhampton Wanderers sempat menyalip mereka pada hari sebelumnya. 

Selamat kepada Mauricio Pochettino yang masih mampu berada di 10 besar Premier League. Sementara Pep Guardiola harus beerja keras mempertahankan posisi skuad asuhannya sambil berharap Arsenal dan Liverpool tergelincir. 

Salam bola@hesa17. 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun