Mohon tunggu...
Heni Pristianingsih
Heni Pristianingsih Mohon Tunggu... Guru - Pendidik

Mencari inspirasi hidup melalui kisah dan pengalaman

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Tradisi Sungkeman dalam Keluarga

13 Mei 2021   09:38 Diperbarui: 13 Mei 2021   09:44 1388
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Setiap selesai sholat hari Raya Idul Fitri, saya dan keluarga selalu berkumpul bersama sanak saudara di rumah orang tua. 

Karena orang tua sebagai saudara tertua maka keluarga om dan tante serta keponakan dari orang tua (sepupu atau anak dari pak dhe dan bu dhe) yang tinggal satu kota (sangat dekat) berkumpul juga di sana. 

Jaman sekarang banyak keluarga yang memanggil saudara dan kerabat dengan sebutan yang sebenarnya kurang sesuai secara silsilah keturunan seperti memanggil nenek dengan sebutan ibu, bulik atau tante dengan panggilan mbak, dan sebagainya. 

Keluarga kami tetap memanggil satu sama yang lain sebagaimana yang seharusnya. Bagi kami ini sangat penting agar mereka mengetahui silsilah atau garis keturunan dalam keluarga. 

Selain itu, dengan mengenal silsilah, kami bisa menjaga sikap dan perilaku antara yang muda dan tua, atau yang secara garis keturunan lebih tua meskipun usianya lebih muda. 

Setelah kami semua berkumpul, kami mengadakan acara sungkeman yang diawali kepada keluarga yang paling tua (orang tua). Intinya, sungkeman dilakukan oleh yang muda kepada yang tua atau lebih tua secara garis keturunan misalnya anak kepada orang tua dan adik kepada kakak. 

Selain untuk saling meminta maaf dan memaafkan, sungkeman juga dilakukan untuk memberikan harapan dan doa. Dari sini, kita bisa merasakan suasana sakral yang ada pada hari kemenangan ini. 

Dengan saling memaafkan, hati kami menjadi lega dan bahagia. Puasa satu bulan, menjadi lebih bermakna karena kami telah mendapatkan maaf dan memberikan maaf yang tulus kepada satu dengan yang lain. 

Harapan pada hari-hari selanjutnya setelah Lebaran berakhir, kami bisa semakin mawas diri dan menjaga tutur kata serta sikap agar lebih baik dalam menjaga hubungan di lingkup keluarga ataupun masyarakat. 

Acara sungkeman yang sudah selesai akan dilanjutkan dengan makan bersama. Hidangan khas lebaran telah tersedia di meja makan. Ada ketupat dan lontong sayur, sambel goreng kentang dan hati, telur bumbu petis, opor ayam, es buah, dan lain-lain. 

Sepulang dari sholat Idul Fitri, menyantap hidangan menu khas Lebaran sambil berkumpul dengan seluruh keluarga memang sangat menyenangkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun