Mohon tunggu...
hendra setiawan
hendra setiawan Mohon Tunggu... Freelancer - Pembelajar Kehidupan. Penyuka Keindahan (Alam dan Ciptaan).

Merekam keindahan untuk kenangan. Menuliskan harapan buat warisan. Membingkai peristiwa untuk menemukan makna. VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sang Penyembuh

27 Juni 2021   19:30 Diperbarui: 27 Juni 2021   20:04 169
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

(1)

Kamu adalah sang penyembuh
Jika hidupmu melekat pada-Nya

Kamu menjadi penyembuh
Dengan cara membagikan harapan

Berilah semangat kepada mereka yang mengalami kedukaan
Hiburlah mereka yang dalam kebimbangan dan kehilangan harapan

Jadilah penyembuh kepada mereka
Orang-orang yang merasa hidupnya sudah tak berharga

Bangkitkanlah semangat untuknya
Jangan biarkan mereka sendirian tanpa ada yang menemani

(2)

Jangan jadi algojo yang ingin memenggal orang-orang bebal
Mereka yang amat menyepelekan adanya pandemi global

Jangan mencela, walau mereka abai dan tak peduli pada protokol kesehatan
Jangan panjatkan doamu agar suatu saat mereka mendapat celaka dan turut terpapar

Jadilah penyembuh juga buat mereka
Agar mereka disadarkan dari sikap congkak yang perilakunya bisa membahayakan orang lain

(3)

Jadilah penyembuh lewat ketaaatanmu
Biarkan saja orang menertawakanmu

Bukankah ada tertulis: "Berbahagialah kamu yang percaya tanpa melihat dan merasakannya langsung"
Karena bila sakit dan penyakit dan maut datang menyerang, penyesalan jadi tiada guna bagi yang meremehkannya

Jadilah penyembuh lewat cara sederhana sekalipun
Karena dari hal yang kecil itulah, kita diuji

Tanggung jawab dan beban yang lebih besar akan diberikan-Nya kembali
Tinggal kita siap dan mau menjawab panggilan itu ataukah tidak

 

27 Juni 2021

Hendra Setiawan

*) Sebelumnya:  Kisah 3 Babak: Lambaian Tangan Petugas Kebersihan

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun