Seperti ada yang kurang, jika belum menulis. Walaupun itu hanya sebuah kalimat kecil sebagai kata mutiara untuk penghias status di media sosial. Berharap akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi pembaca.
Berkatarsis dalam menulis, membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ini yang aku rasakan. Karena dapat merangsang otak kita untuk selalu berpikir positif dalam kondisi yang tidak nyaman. Mungkin sebelumnya, sangat menyesali mengapa Allah memberi cobaan ini atau selalu memikirkan hal yang negatif, hingga membuat jadi tertekan batin.
Dr. Warih Andan Puspitosari, MSc.,Sp.Kj.( K ), mengatakan, ujian yang hebat akan menyebabkan tekanan stresor, namun stresor tidak selamanya negatif jika dimanajemen dengan baik. Dengan menulis akan dapat meningkatkan pengenalan terhadap kondisi tubuh yang sedang sakit. Bukan itu saja, dengan menulis akan dapat merefleksi ketegangan otak, sehingga perkembangan kondisi tubuh dapat menjadi lebih baik lagi.
Jangan mudah menyerah dengan kondisi yang ada. Tapi bersyukurlah, karena Allah begitu Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Kita diberi-Nya ujian sakit, berarti Allah percaya, bahwa kita sebenarnya bukan orang yang lemah. Justru sebaliknya.
Di dalam agama islampun bahwa kita dianjurkan untuk selalu bersyukur dan bersabar dalam menghadapi segala cobaan. Karena yang baik bagi kita, belum tentu baik bagi Allah.
Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Insyirah 5-6
"fa inna ma'al-usri yusroo"
"inna ma'al-usri yusroo"
- Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan
- Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan
- Kembali lagi, kita harus mensyukuri dengan semua ujian yang Allah berikan. Bahwa hidup tak selamanya dipenuhi dengan kesedihan.
- Katarsis dengan menulis, menjadikan emosi yang positif. Berpikir yang positif, dan output yang diharapkan juga positif.
- Ciptakan suasana yang nyaman, walau kita dalam kondisi yang kurang nyaman. Menulislah, maka jiwamu akan tenang. ( Hellen Patraliza ) Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â ***
 Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H